Kapolda Riau Ambil Langkah Proaktif Hadapi Super El Nino dan Karhutla di Bengkalis

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melakukan kunjungan langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat, 3 April. Tujuannya adalah untuk memastikan proses pemadaman api berjalan dengan baik serta memberikan semangat kepada tim gabungan yang bekerja di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi oleh Guru Besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengkhususkan diri dalam perlindungan hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo, serta Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar. Kehadiran mereka berfungsi sebagai simbol bahwa penanganan karhutla di Riau dilakukan secara terintegrasi, menggabungkan antara pendekatan operasional dan ilmiah.
Di tengah kondisi lapangan yang masih dipenuhi titik api, Irjen Herry menyapa langsung personel dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terus berjuang dalam pemadaman kebakaran tersebut. Interaksi langsung ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Kami di sini untuk memberikan semangat, dukungan moral, dan memastikan bahwa upaya pemadaman dilakukan dengan optimal. Ini bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri-sendiri; kolaborasi dari semua pihak sangat diperlukan,” tutur Irjen Herry.
Ia menegaskan bahwa strategi utama yang diterapkan saat ini adalah mendeteksi dan memutus titik api sedini mungkin. Hal ini penting agar kebakaran tidak meluas, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan akan datang.
“Lebih baik kita bekerja keras sekarang sebelum puncak kemarau tiba, daripada nanti harus memadamkan kebakaran dalam kondisi yang jauh lebih besar dan sulit,” tambahnya dengan tegas.
Kapolda juga menggarisbawahi bahwa selain aspek pemadaman, penegakan hukum menjadi bagian yang krusial dalam penanganan karhutla. Sepanjang tahun 2025, Polda Riau mencatat telah menangani 74 kasus karhutla, dengan jumlah tersangka yang sama.
“Penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas dan adil. Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun yang beralasan kelalaian,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polda Riau bersama berbagai stakeholder telah memasang ratusan papan imbauan di kawasan yang rentan terhadap karhutla. Papan tersebut tidak hanya berisi ancaman pidana, tetapi juga melarang pemanfaatan lahan yang telah terbakar.
“Kami ingin memberikan efek jera. Lahan yang sudah terbakar tidak boleh dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penanaman sawit. Ini merupakan bagian dari upaya moratorium agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Bambang Hero Suharjo mengingatkan bahwa situasi tahun ini memerlukan kewaspadaan ekstra. Hal ini mengingat munculnya indikasi fenomena Super El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan memperburuk kondisi karhutla.
Dengan demikian, sinergi antara pihak kepolisian, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh super el nino ini. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat.
Tindakan proaktif yang diambil oleh Kapolda Riau dan tim menunjukkan komitmen untuk menangani masalah karhutla dengan serius. Kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan yang tepat menjadi kunci untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari bahaya kebakaran yang semakin meningkat, terutama di tengah ancaman super el nino.
Melihat kompleksitas masalah yang ada, perlu adanya strategi yang holistik dan berkelanjutan. Hal ini mencakup penegakan hukum yang lebih ketat, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, serta kolaborasi antar instansi yang lebih efisien.
Satu hal yang pasti, tantangan yang dihadapi oleh Riau dalam menghadapi super el nino dan karhutla memerlukan perhatian penuh. Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan Riau tidak hanya mampu mengatasi masalah kebakaran, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Keberhasilan dalam penanganan karhutla dan dampak super el nino sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla yang merugikan.
➡️ Baca Juga: Gadget Kamera Aksi Terbaru yang Sempurna untuk Petualangan Outdoor dan Perjalanan Seru
➡️ Baca Juga: Lebaran Betawi di Lapangan Banteng: Simak Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan




