pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Pasangan Bunuh Bayi Baru Lahir dengan Menutup Mulut dan Menguburnya di Rumah Roboh

Jakarta – Kepolisian mengungkapkan bahwa sepasang kekasih, pria berinisial R (28) dan wanita E (23), ditangkap atas dugaan tindakan keji yang dilakukan terhadap bayi mereka yang baru saja lahir di wilayah Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat. Mereka dikenakan sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan undang-undang perlindungan anak.

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, menjelaskan bahwa keduanya akan dijerat dengan Pasal 460 KUHP yang mengatur tentang Tindak Pidana Pembunuhan Anak oleh Ibu Kandungnya, serta Pasal 80 dari Undang-Undang Perlindungan Anak. Tindakan ini menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran yang telah dilakukan oleh pasangan tersebut.

“Pasal 460 KUHP baru dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak,” terang Bobby saat dihubungi di Jakarta pada hari Rabu.

Lebih lanjut, Bobby mengungkapkan bahwa alasan di balik tindakan tragis ini adalah ketakutan pasangan tersebut akan suara tangisan bayi mereka yang dapat didengar oleh tetangga mereka. Ketidakmampuan untuk menghadapi situasi tersebut mengarah pada keputusan yang sangat keliru.

Bobby M. Zulfikar juga menambahkan bahwa berdasarkan pengakuan kedua pelaku kepada penyidik, bayi yang malang tersebut mengalami penutupan saluran pernafasannya hingga akhirnya kehilangan nyawa. Kejadian ini menunjukkan betapa mendesaknya situasi yang mereka hadapi saat itu.

“Pasangan ini merasa terkejut dan tidak ingin mendengar tangisan bayi mereka. Mereka menutup mulutnya agar suara tangisan tidak terdengar, mengingat lingkungan sekitar yang padat,” jelas Bobby.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa tindakan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh kedua orang tua bayi tersebut. Ini menunjukkan bahwa keputusan untuk mengakhiri nyawa bayi mereka bukan hasil dari tindakan impulsif seorang individu, melainkan kesepakatan antara keduanya.

Setelah menghilangkan nyawa anak kandung mereka, pasangan ini memutuskan untuk membuang tubuh sang bayi di kawasan permukiman RT 05 RW 02, Kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat. Tindakan pembuangan ini adalah langkah yang sangat disesalkan, mengingat mereka seharusnya melindungi dan merawat anak mereka.

Bobby menyebutkan bahwa bayi malang tersebut dikuburkan di sebuah bangunan yang telah roboh. Lokasi ini sangat tidak layak untuk menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang bayi yang tidak berdosa.

“Di tempat tersebut, terdapat bangunan yang sudah tidak memiliki atap. Di bawahnya, terdapat tanah yang berantakan. Di sinilah bayi tersebut dikebumikan,” ungkap Bobby.

Awalnya, saat bayi tersebut lahir, kedua orang tuanya merasa panik. Tanpa berpikir panjang, mereka mengambil keputusan tragis untuk mengakhiri kehidupan bayi tersebut, tepat setelah proses persalinan yang berlangsung.

“Setelah mereka merasa panik, mereka menutup mulut bayi itu karena takut mendengar tangisannya. Akibatnya, bayi tersebut mengalami henti napas dan akhirnya meninggal,” tambah Bobby.

Selanjutnya, pasangan ini memilih untuk menguburkan bayi mereka di area pemukiman yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Pilihan ini menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya mereka terhadap tindakan yang telah dilakukan.

Dengan dibungkus selimut, bayi perempuan tersebut dimasukkan ke dalam kardus dan kemudian dimasukkan ke dalam karung goni. Proses penguburan ini semakin menambah keprihatinan terhadap situasi yang dihadapi bayi tersebut.

Kasus ini mencerminkan masalah yang lebih besar dalam masyarakat, di mana ketidakmampuan untuk menghadapi situasi sulit sering kali berujung pada keputusan yang ekstrem. Penting bagi kita untuk terus mendukung pendidikan dan pemahaman tentang tanggung jawab orang tua, serta perlunya akses ke layanan konseling bagi pasangan yang menghadapi tekanan saat menyambut kelahiran anak.

Kejadian ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya memberikan dukungan kepada orang tua, terutama yang berisiko tinggi mengalami stres atau ketidakpastian saat menjalani peran baru dalam hidup mereka.

➡️ Baca Juga: Apple Siapkan iPhone Ultra Premium dan Varian Lipat dengan Produksi Terbatas untuk Pasar

➡️ Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pengeluaran Jelang Mudik dan Lebaran Agar Keuangan Tetap Terkendali

Related Articles

Back to top button