Cegah DBD Secara Efektif, Selain 3M Ada Kebiasaan Lain yang Perlu Diterapkan

Pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu dilaksanakan secara komprehensif. Selain mengupayakan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, masyarakat juga harus membangun kebiasaan yang dapat melindungi diri mereka dari gigitan nyamuk dalam aktivitas sehari-hari.
Upaya pencegahan ini menjadi fokus dalam kegiatan Lomba Kampung Bebas Jentik (KBJ) di Kecamatan Mampang Prapatan yang digagas oleh Puskesmas setempat. Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 kader Jumantik yang berasal dari lima kelurahan, yaitu Pela Mampang, Mampang Prapatan, Tegal Parang, Bangka, dan Kuningan Barat.
Kader Jumantik memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengendalian jentik secara rutin. Pendekatan yang berbasis pada lingkungan dan keluarga sangat diperlukan, mengingat pemberantasan sarang nyamuk memerlukan keterlibatan aktif masyarakat secara berkelanjutan.
Acara yang diadakan di Aula Kantor Kecamatan Mampang Prapatan juga menekankan pentingnya perlindungan individu dari gigitan nyamuk. Langkah ini diharapkan dapat melengkapi upaya pengendalian di tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.
Pencegahan DBD terkait erat dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi genangan.
Namun, langkah-langkah tersebut perlu disertai dengan upaya perlindungan diri, terutama saat masyarakat beraktivitas di area yang berisiko tinggi terhadap gigitan nyamuk.
RM Ardiantara, selaku Kepala Layanan Sumber Daya Manusia dan Hubungan Masyarakat Enesis Group, menekankan bahwa pencegahan DBD merupakan suatu upaya kolektif yang memerlukan kerjasama dan konsistensi dari berbagai pihak.
“Melalui Soffell, kami berkomitmen untuk mendukung gerakan Kampung Bebas Jentik dengan memperkuat edukasi bagi kader Jumantik tentang pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk. Kami berharap dukungan edukasi dan pengetahuan produk ini dapat melengkapi upaya pengendalian jentik di lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan perilaku preventif sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, termasuk 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) ditambah dengan penggunaan anti nyamuk Soffell,” ungkap RM Ardiantara dalam keterangannya yang dirilis pada 8 September 2026.
Dalam acara tersebut, para kader juga mendapatkan pelatihan mengenai perlindungan diri dari gigitan nyamuk. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan yang telah dilakukan melalui pemantauan jentik di lingkungan masing-masing.
➡️ Baca Juga: Meksiko Siap Bantu Pengurusan Visa untuk Timnas Irak Jelang Play-off Piala Dunia 2026
➡️ Baca Juga: Berita Olahraga Terbaru: Evaluasi Pelatih Usai Pertandingan Penting Musim Ini




