Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
berita

Kerry Riza Perberat Biaya Sewa Pertamina Hingga 9 Kali Lipat Menurut Eks Dirut PIS

Jakarta – Yoki Firnandi, mantan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), mengungkapkan bahwa PT Pertamina saat ini mengalami kerugian signifikan akibat kontrak sewa kapal dengan PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN), yang dipimpin oleh Kerry Adrianto Riza. Ia menilai bahwa transaksi tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan mencederai integritas perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yoki setelah memberikan kesaksian dalam sidang yang membahas dugaan korupsi dalam pengelolaan minyak dan produk kilang PT Pertamina, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026.

Yoki mempertanyakan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kerugian yang dialami negara. Ia berpendapat bahwa keputusan bisnis yang diambil oleh PIS dalam menyewa kapal PT JMN sebelumnya adalah langkah yang tepat dan menguntungkan bagi perusahaan. Sebaliknya, ia menilai bahwa proses hukum yang menyangkut penyewaan kapal tersebut justru berdampak negatif pada kondisi keuangan Pertamina.

“Lalu, siapa yang sebenarnya merugikan negara? Apakah keputusan kami pada waktu itu? Atau justru kasus ini yang membuat Pertamina mengalami kerugian?” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dampak langsung dari penanganan kasus tersebut adalah pengunduran diri PT PIS dari kapal JMN yang sebelumnya disewa dengan tarif yang relatif rendah. Akibatnya, Pertamina kini terpaksa membayar biaya sewa yang sembilan kali lipat lebih tinggi.

“Karena adanya kasus ini, PIS terpaksa melepaskan kapal tersebut. Dan penasihat hukum menunjukkan bahwa kini Pertamina harus membayar sekitar US$ 350.000, yang jauh lebih mahal,” tambahnya.

Yoki menjelaskan bahwa PT Pertamina sebelumnya menyewa kapal jenis Suezmax milik PT JMN dengan tarif sekitar US$ 37.000. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah bisnis yang tepat dan tak ada indikasi harga sewa yang berlebihan menurut penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, akibat kasus tersebut, PT Pertamina kini harus membayar sekitar US$ 350.000.

“Waktu itu, kami menyewa kapal JMN milik Pak Kerry dengan tarif US$ 37.000 untuk kapal Suezmax. Namun, karena kasus ini, PIS terpaksa melepaskan kapal tersebut. Penasihat hukum juga menunjukkan bahwa sekarang Pertamina harus membayar sembilan kali lipat lebih mahal, mencapai US$ 350.000. Jadi, keputusan bisnis yang kami ambil sebelumnya tidak pernah dinyatakan mahal oleh BPK, tetapi karena keputusan ini, Pertamina kini harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar,” jelasnya.

➡️ Baca Juga: Burnout Bukan Sekadar Drama, Data Ini Memperlihatkan Bukti Nyata dan Dampaknya

➡️ Baca Juga: Deddy Corbuzier Geram Saat Banyak yang Tiba-tiba Klaim Kenal Vidi Aldiano

Related Articles

Back to top button