Veda Ega Pratama Raih Rekor Baru di Moto3 Mandalika, Atasi Prestasi Mario Aji

Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan prestasi yang gemilang dalam ajang Moto3 Mandalika 2026. Dalam balapan yang berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, Veda, yang baru berusia 17 tahun, berhasil finis di posisi keenam pada Pertamina Grand Prix of Indonesia. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Veda, tetapi juga menciptakan rekor baru bagi pembalap tuan rumah di sirkuit tersebut, dengan raihan poin tertinggi dalam sejarah balapan Grand Prix di Mandalika.
Veda memulai balapan dari posisi ketujuh dan menunjukkan kemampuan balapnya yang luar biasa dengan berhasil meningkatkan posisi hingga menyentuh garis finis di tempat keenam. Melalui strategi yang matang dan keterampilan balap yang mumpuni, ia mampu mengatasi tekanan dan bersaing dengan pembalap-pembalap papan atas di kelas Moto3.
Hasil akhir dari balapan ini memberikan Veda tambahan 10 poin. Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menandakan kemajuan signifikan dalam kariernya, serta melampaui rekam jejak pembalap Indonesia sebelumnya di Moto3 Mandalika. Veda kini mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pembalap Indonesia yang meraih poin terbanyak di sirkuit ini.
Sebelumnya, prestasi terbaik di Mandalika dipegang oleh Mario Aji, yang pada tahun 2022 berhasil finis di posisi ke-14 di kelas Moto3. Mario meraih dua poin pada balapan tersebut, yang saat itu menjadi pencapaian tertinggi bagi pembalap Indonesia di sirkuit Mandalika.
Dengan pencapaian yang diraih Veda, kini ia mengungguli rekor yang sebelumnya ditorehkan Mario. Veda tidak hanya mencatatkan finis yang lebih baik, tetapi juga berhasil mengamankan 10 poin yang berharga dari balapan tahun ini di Moto3 Mandalika 2026.
Sirkuit Mandalika sendiri telah menjadi lokasi penyelenggaraan balapan Grand Prix motor sejak tahun 2022. Sepanjang beberapa musim terakhir, sejumlah pembalap Indonesia berkesempatan untuk berlaga di hadapan publik yang mendukung mereka.
Mario Aji merupakan pembalap Indonesia yang pertama kali berkompetisi di Mandalika, dan pada tahun 2022, ia berhasil menyelesaikan balapan di posisi ke-14. Keberhasilan ini memberi harapan baru bagi pembalap muda Indonesia lainnya untuk bersaing di level internasional.
Setahun setelahnya, Mario kembali berkompetisi bersama Fadillah Arbi Aditama di kelas Moto3. Sayangnya, performa keduanya tidak memenuhi ekspektasi, di mana Arbi finis di posisi ke-17 dan Mario berada di urutan ke-25 tanpa meraih poin.
Kondisi serupa juga terjadi pada ajang MotoGP Mandalika 2024, di mana Arbi terpaksa mengundurkan diri dari balapan karena terjatuh, sementara Mario yang telah naik ke kelas Moto2 hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-18.
Di tahun 2025, baik Mario maupun Arbi kembali berjuang, namun hasilnya tidak berbeda jauh. Mario menutup balapan di urutan ke-19 di kelas Moto2, sedangkan Arbi juga menempati posisi ke-19 di kelas Moto3, masih tanpa poin.
Rekam jejak ini menegaskan pentingnya pencapaian Veda di ajang balapan tahun ini. Ia tidak hanya berhasil menembus enam besar, tetapi juga menciptakan catatan baru sebagai pembalap Indonesia dengan raihan poin tertinggi dalam satu balapan Grand Prix di Mandalika.
Keberhasilan Veda Ega Pratama di Moto3 Mandalika 2026 menjadi angin segar bagi dunia balap motor Indonesia. Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi momen bersejarah, tetapi juga memicu semangat pembalap muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat internasional. Veda kini menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, impian untuk berprestasi di arena balapan dunia dapat tercapai.
➡️ Baca Juga: Pasangan Bunuh Bayi Baru Lahir dengan Menutup Mulut dan Menguburnya di Rumah Roboh
➡️ Baca Juga: Koalisi Sipil Soroti Pernyataan Panglima TNI: Keamanan Masyarakat Bukan Tugas TNI




