Kejurnas III: 98 Atlet Berkuda Memanah Siap Bersaing Menuju PON 2028

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III 2026 yang bertajuk Road to PON. Acara ini berlangsung di lokasi Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN) di Bogor pada Sabtu, 19 September 2026.
Kejurnas yang diselenggarakan dari tanggal 17 hingga 20 September 2026 ini diikuti oleh 98 atlet yang berasal dari 13 provinsi. Dalam ajang ini, sebanyak 14 nomor pertandingan dipertandingkan, menjadikannya sebagai bagian integral dari proses pengembangan atlet berkuda memanah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dalam sambutannya, Marciano memberikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, yang dikenal dengan nama Indonesia Horseback Archery Federation (IHAF), di bawah pimpinan Triwatty Marciano serta seluruh pengurus provinsi yang telah bekerja keras mempersiapkan para atlet untuk berkompetisi dalam Kejurnas ini.
Marciano menekankan bahwa Kejurnas memiliki peranan yang krusial dalam menilai proses pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan di daerah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengembangan atlet berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
“Setiap anggota KONI Pusat memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan Kejurnas setiap tahun. Agenda pembinaan olahraga prestasi ini menjadi bahan evaluasi untuk menilai bagaimana proses pembinaan yang sudah dilakukan oleh masing-masing daerah,” ungkap Marciano.
Dia juga melihat adanya potensi yang sangat besar di antara para peserta Kejurnas Berkuda Memanah III. Sebagian besar atlet yang berkompetisi adalah generasi muda yang masih berada pada usia dini, sehingga mereka memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi wakil Indonesia di pentas internasional.
“Saya perhatikan, mayoritas atlet yang berpartisipasi dalam Kejurnas Berkuda Memanah III adalah atlet muda. Harapan saya, mereka dapat mewakili Indonesia dalam kejuaraan internasional dan membawa pulang prestasi,” tuturnya.
Marciano menegaskan bahwa mencapai prestasi di bidang olahraga tidaklah instan. Proses pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa atlet dapat terus berkembang.
“Prestasi dalam olahraga tidak dapat dicapai dengan cara yang cepat. Ini membutuhkan dukungan melalui pembinaan yang berjenjang dan kompetisi yang diadakan secara teratur,” jelasnya.
KONI Pusat juga memperhatikan pentingnya tata kelola organisasi dan kualitas penyelenggaraan kompetisi. Marciano meminta kepada federasi nasional maupun tingkat provinsi untuk memastikan bahwa manajemen setiap event berlangsung dengan baik, termasuk kualitas juri dan pemantauan prestasi atlet.
“Tata kelola organisasi dan manajemen pelaksanaan event di seluruh Indonesia harus diperhatikan. Ini termasuk memastikan kualitas juri dan melakukan pemantauan yang ketat terhadap prestasi yang diraih oleh para atlet,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur Utama CNN, Ervi, yang telah berperan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Kejurnas Berkuda Memanah III ini.
➡️ Baca Juga: POCO X7 Pro vs Redmi Note 14 Pro+: Duel “Turbo”, Mana Spes-nya Agresif?
➡️ Baca Juga: Kenapa Karier Sangat Penting di Era Modern




