Polri Menerima Kompolnas Awards 2026 Berkat Kinerja dan Penghargaan yang Selaras

Kompolnas Awards 2026 dianugerahkan kepada berbagai satuan kerja di Mabes Polri, baik yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Penghargaan ini diberikan kepada personel yang telah menunjukkan kinerja yang luar biasa, inovasi, integritas, kepemimpinan, serta kontribusi signifikan dalam menjalankan tugas kepolisian mereka.
Fungsionaris Kornas Presidium Pemuda Timur, Thoriq Kapailu, menekankan bahwa pencapaian ini mencerminkan hasil positif dari reformasi yang telah dilakukan oleh Polri. Peningkatan indeks kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian menunjukkan bahwa Polri layak mendapatkan pengakuan melalui penghargaan ini.
Thoriq juga menekankan bahwa kepercayaan yang diperoleh dan penghargaan yang diraih oleh Polri harus diimbangi dengan perbaikan dalam struktur organisasi. Penyesuaian terhadap kebutuhan satuan kerja di kepolisian menjadi sangat penting untuk memastikan efektivitas operasional.
“Dari satu sisi, Polri memang berhak mendapatkan penghargaan ini, tetapi di sisi lain, penting untuk melakukan pembenahan dalam organisasi dan menyesuaikan kebutuhan satuan kerja,” ungkap Thoriq dalam keterangan tertulisnya pada 18 September 2026.
Ia menambahkan bahwa perluasan struktur dan birokrasi di dalam Polri harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, reformasi birokrasi adalah langkah penting untuk menghindari tumpang tindih kewenangan yang ada, sekaligus membuka peluang regenerasi kepemimpinan yang lebih sehat di tubuh institusi ini.
Sandri, seorang pengamat, mengusulkan serangkaian perubahan dalam struktur kelembagaan yang dirasa dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Salah satu rekomendasinya adalah peningkatan status Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) menjadi Badan Pemberantasan Korupsi Polri.
“Ada beberapa aspek yang perlu direformasi, misalnya dengan mengangkat status Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menjadi Badan Pemberantasan Korupsi Polri agar unit ini dapat beroperasi secara maksimal dalam upaya penanganan kasus korupsi,” paparnya.
Selain itu, Sandri juga mengusulkan agar Korps Lalu Lintas (Korlantas) bertransformasi menjadi Badan Lalu Lintas Polri. Dia berpendapat bahwa perubahan ini akan memperluas cakupan fokus kerja, tidak hanya terbatas pada lalu lintas darat, tetapi juga mencakup transportasi udara dan laut.
“Dengan mengubah nama Korps Lalu Lintas menjadi Badan Lalu Lintas Polri, fokus kerja akan lebih luas, mencakup semua jenis transportasi, termasuk udara dan laut,” tuturnya.
Lebih jauh, Sandri berpendapat bahwa beberapa satuan pendidikan dan layanan pendukung dalam Polri juga perlu mendapatkan penguatan dalam struktur kepemimpinan. Ia merekomendasikan agar Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) dan Sekolah Bahasa (Sebasa) dipimpin oleh perwira tinggi dengan pangkat Brigadir Jenderal atau jenderal bintang satu.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Polri tidak hanya mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan yang semakin kompleks di era modern ini.
➡️ Baca Juga: Dampak Konflik Iran–AS Terhadap Industri Mobil Nasional yang Perlu Diwaspadai
➡️ Baca Juga: Jokowi Respons Sindiran Megawati Soal Polemik Ijazah Palsu, Ini Katanya!




