uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Pramono Gaspol Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global dengan Anggaran Rp5,87 T untuk Perumahan dan Bus Listrik

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif tidak dapat dicapai melalui upaya individual atau dengan pendekatan sektoral yang terpisah.

Sebagai langkah nyata dari visi tersebut, Bank Jakarta bersama dengan beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah menandatangani tiga perjanjian kerja sama strategis dengan total nilai sebesar Rp5,87 triliun.

Acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin, 12 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Pramono menekankan pentingnya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi demi mencapai target Jakarta sebagai salah satu dari 50 kota global teratas pada tahun 2030.

“Pembangunan Jakarta tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan harus melibatkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujar Pramono, seperti yang dikutip pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Pramono juga mengingatkan agar penandatanganan yang bersifat seremonial ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Ia menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang baik, program yang konkret, serta target yang jelas.

“Keberhasilan kita tidak diukur dari seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kolaborasi ini,” ungkapnya.

Menanggapi arahan tersebut, Bank Jakarta segera menindaklanjuti dengan melaksanakan tiga kesepakatan strategis di sektor-sektor penting, yang mencakup pembiayaan perumahan, elektrifikasi transportasi, dan pembangunan infrastruktur pejalan kaki.

Pertama, Bank Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas PPKUKM, serta Jamkrida Jakarta untuk merilis program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).

Program yang memiliki nilai Rp587 miliar ini dirancang khusus untuk memberikan akses kepada pekerja sektor informal yang selama ini kesulitan memperoleh layanan perbankan, sehingga mereka bisa memiliki hunian yang layak.

Kedua, dalam sektor transportasi yang ramah lingkungan, Bank Jakarta memberikan dukungan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan pembiayaan sebesar Rp5,07 triliun.

Dana besar tersebut akan digunakan untuk program elektrifikasi yang bertujuan untuk pengadaan 3.782 bus listrik baru, guna mengurangi emisi di ibu kota.

Ketiga, Bank Jakarta menyalurkan fasilitas kredit dengan plafon Rp220 miliar yang bertenor 15 tahun kepada PT MRT Jakarta (Perseroda).

Pembiayaan ini akan digunakan untuk membangun pedestrian deck di Dukuh Atas, sebuah infrastruktur penting yang akan menghubungkan berbagai moda transportasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki di pusat integrasi Jakarta.

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengamankan Aset Cryptocurrency dari Ancaman Keamanan Digital Saat Ini

➡️ Baca Juga: Ramalan Feng Shui Hari Ini: Waktu Optimal untuk Meningkatkan Rezeki dan Kesuksesan

Related Articles

Back to top button