uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
bola

Carrick Dipecat MU Setelah Kekalahan Dari Klub Kaya Indonesia?

Manchester United mengalami malam yang sangat mengecewakan setelah kalah telak 1-4 dari Como dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan menyakitkan ini semakin menambah tekanan bagi pelatih Michael Carrick, yang kini berada di ujung tanduk.

Hasil buruk ini sangat menyakitkan bagi tim Setan Merah. Pertahanan mereka kembali terguncang, kebobolan di menit-menit awal, hanya delapan hari setelah mengalami hal serupa saat melawan Atletico Madrid.

Ketika menghadapi Como, gawang Manchester United sudah kebobolan hanya 118 detik setelah kick-off. Nico Paz tampil impresif dengan mencetak gol pembuka dan menjadi salah satu pemain kunci dalam kemenangan tim tuan rumah.

Catatan ini menjadikan Manchester United sebagai klub Inggris pertama yang kebobolan dalam dua menit awal pada dua pertandingan besar antarklub Eropa secara beruntun. Ini adalah pencapaian yang sangat memprihatinkan bagi tim yang memiliki sejarah panjang di kompetisi ini.

Perbandingan antara perjalanan kedua tim sangat mencolok. Saat Manchester United terakhir kali menjuarai Liga Champions pada tahun 2008, Como masih berkompetisi di Serie D, yang merupakan kasta keempat dalam sistem liga sepak bola Italia.

Kini, Como yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara mampu menunjukkan dominasi saat menghadapi klub raksasa Inggris tersebut. Nico Paz berhasil mencetak dua gol dan memberikan assist untuk gol Tasos Douvikas, sementara Jacobo Ramon juga mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan yang memukau.

Manchester United bahkan terancam mengalami kekalahan terbesar mereka di kompetisi Eropa. Rekor buruk tersebut terjadi pada tahun 1964, ketika Setan Merah takluk 0-5 dari Sporting, dan kekalahan ini semakin mendekatkan mereka ke catatan tersebut.

Di tengah situasi yang sangat menegangkan, Carrick mencoba mengambil langkah strategis dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Matheus Cunha dan Andrey Santos, yang merupakan rekrutan baru dengan nilai transfer total mencapai 110 juta pound sterling, ditarik keluar saat jeda pertandingan.

Kapten tim, Bruno Fernandes, juga diganti oleh Joshua Zirkzee di pertengahan babak kedua. Namun, semua perubahan ini tidak cukup untuk menghentikan dominasi Como yang terus berlanjut.

Manchester United akhirnya berhasil mencetak gol hiburan pada masa tambahan waktu babak kedua. Zirkzee berhasil memanfaatkan umpan silang dari Amad Diallo, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4, tetapi itu tidak mengubah nasib mereka di pertandingan tersebut.

Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Carrick di kursi pelatih. Seusai pertandingan, ia terlihat menghampiri suporter Manchester United untuk memberikan penghormatan setelah hasil yang mengecewakan itu.

Di tengah situasi yang penuh tekanan, Carrick mengangkat kedua tangannya sebagai tanda permohonan maaf kepada para pendukung yang hadir di stadion, menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawab yang ia rasakan terhadap hasil buruk ini.

➡️ Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Sahabat Kenang dengan Senyum Lebar dan Kenangan Indah

➡️ Baca Juga: Jaecoo dan Omoda: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Peringkat di Google

Related Articles

Back to top button