Mandalika Jadi Sorotan Global, Wamenpora Dorong Pembalap Indonesia Masuk Kancah Internasional

Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan industri motorsport di seluruh dunia, Indonesia memiliki kesempatan langka yang tidak hanya berdampak pada gengsi, tetapi juga masa depan olahraga otomotif di tanah air. Gelaran GT World Challenge Asia 2026 yang direncanakan akan berlangsung di Sirkuit Mandalika dianggap sebagai peluang strategis untuk menciptakan pembalap-pembalap lokal yang dapat bersaing di kancah internasional.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa ajang balap internasional ini tidak hanya sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan dan membuktikan kemampuan talenta muda dalam negeri.
“Selain menjadi ajang yang bergengsi, kami berharap atlet-atlet balap Indonesia dapat terlibat dan berkembang lebih jauh. Dengan demikian, diharapkan akan lahir pembalap-pembalap baru yang dapat mengangkat nama bangsa di pentas internasional,” ungkap Taufik dalam konferensi pers yang membahas penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026.
Pernyataan ini menunjukkan sikap pemerintah yang mulai menganggap olahraga otomotif sebagai sektor yang serius, jauh dari sekadar hiburan. Terlebih, Indonesia masih memiliki jumlah pembalap yang terbatas yang mampu tampil secara konsisten di kompetisi kelas dunia.
Momentum ini semakin kuat dengan keikutsertaan pembalap nasional, Sean Gelael, yang sudah dipastikan akan berpartisipasi dan menjalani debutnya di Mandalika pada ajang tersebut. Kehadiran Sean diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk mengejar karir profesional di dunia balap.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini akan menyajikan kombinasi antara pembalap profesional dan amatir dari berbagai negara.
“Event GT3 selalu menyuguhkan persaingan yang menarik. Tahun ini, spesifikasi mobil akan disesuaikan dengan versi 2026. Akan ada 23 mobil dan 46 pembalap yang berasal dari 17 negara. Dari Indonesia, Sean Gelael sudah mengonfirmasi keikutsertaannya. Selain itu, kami juga akan mengundang sepuluh pembalap wanita untuk ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini,” jelas Priandhi.
Inisiatif untuk menghadirkan pembalap wanita tersebut juga mengisyaratkan bahwa dunia balap semakin inklusif dan terbuka bagi semua kalangan, termasuk perempuan yang selama ini jumlahnya masih terbatas di lintasan balap profesional.
Di sisi lain, keterlibatan InJourney sebagai pengelola kawasan Mandalika dianggap sangat penting untuk menjamin keberhasilan ajang ini. Tidak hanya dalam aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga dalam memaksimalkan dampak ekonomi dan pariwisata yang dihasilkan dari event ini.
➡️ Baca Juga: Menaker Yassierli Sampaikan Surat Efisiensi Jilid III dari Kemenkeu di DPR
➡️ Baca Juga: Lapor Kehilangan dan Buat Laporan Polisi Kini Lebih Mudah Melalui Aplikasi HP




