happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

TNI Terlibat Bentrokan Senjata dengan OPM di Nduga, Papua

Timika – Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema terlibat dalam bentrokan senjata dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap III Ndugama Derakma di Kabupaten Nduga, Papua, pada hari Senin.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, menyatakan bahwa kontak senjata tersebut terjadi ketika personel TNI memasuki kawasan hutan untuk memburu dan menangkap anggota TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma yang dipimpin oleh Egianus Kogoya, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Dalam keterangannya, ia mengatakan, “Kelompok mereka melancarkan serangan tembakan ke arah pasukan kami. Namun, syukur Alhamdulillah, berkat perlindungan Tuhan, pasukan kita selamat dan berhasil memukul mundur mereka lebih jauh dari pemukiman warga dan pusat ekonomi masyarakat.”

Panglima menambahkan bahwa kelompok TPNPB-OPM sering menggunakan hutan sebagai tempat pelarian dan persembunyian setelah melakukan teror di area pemukiman.

“Saya ingin menegaskan bahwa kami hanya menunggu waktu untuk menangkap atau menumpas kelompok separatis ini. Dukungan yang kuat dari TNI dan Polri, serta solidaritas yang tinggi di antara kami, menjadi modal utama dalam memburu TPNPB-OPM,” tuturnya.

Panglima juga mengajak semua anggota TPNPB-OPM untuk segera meletakkan senjata dan menyerahkan diri di pos keamanan TNI atau Polri terdekat. “Kembalilah ke pangkuan Ibu Pertiwi dan bantu masyarakat dalam membangun Papua,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa seluruh personel TNI yang beroperasi di bawah komando Kogabwilhan III akan mengambil langkah tegas sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Ia menekankan bahwa prinsip rules of engagement (ROE) akan selalu diutamakan untuk memastikan bahwa tindakan personel TNI tetap profesional dan menghormati hukum serta hak asasi manusia.

Sebagai Panglima Kogabwilhan III, ia memastikan bahwa Satgas TNI tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas dan terukur ketika menghadapi situasi yang mendesak. “Prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (salus populi suprema lex esto) menjadi pedoman kami, terutama dalam menghadapi kekejaman dari OPM,” pungkasnya.

➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Properti yang Tepat dan Sesuai Kebutuhan Hunian Anda

➡️ Baca Juga: Majukan Pendidikan Nias Barat Melalui Kolaborasi Seluruh Pihak yang Terlibat

Related Articles

Back to top button