Slot online yang mendapat banyak ulasan menarik

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus oriental empire celebration dengan sensasi menarik

Perkembangan game mobile dari pg soft dan pragmatic play

Bagaimana gates of olympus menarik perhatian penggemar game

Evaluasi data mahjong dinamika analytics

Slot online yang banyak direkomendasikan pengguna berpengalaman

depo 10k depo 10k
berita

Nadiem Minta Maaf dan Mengakui Ketidaktahuannya tentang Budaya Birokrasi

Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, memberikan pernyataan yang penuh emosi setelah menjalani tujuh bulan di balik jeruji besi terkait kasus yang menimpanya.

Dalam sesi doorstop yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 14 April 2026, Nadiem mengambil kesempatan untuk merenungkan perjalanan dirinya dan secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat serta tokoh politik.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media. Hari ini, saya ingin berbagi sedikit cerita. Setelah tujuh bulan menjalani masa penahanan, saya bersyukur bahwa semua tuduhan yang diarahkan kepada saya tidak terbukti,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Nadiem mengakui bahwa gaya kepemimpinannya selama menjabat kerap menimbulkan ketegangan, terutama disebabkan oleh pendekatan yang dianggap tidak sejalan dengan budaya birokrasi yang ada.

“Saya ingin mengakui bahwa mungkin saya tidak sepenuhnya menghormati budaya birokrasi yang berlaku. Saya membawa banyak orang dari luar, termasuk para profesional muda, yang mungkin menyebabkan ketegangan,” jelas Nadiem.

Ia juga menyadari bahwa fokusnya yang berlebihan pada profesionalisme kerja membuatnya kurang memperhatikan aspek politik dan sosial yang melekat dalam jabatan publik.

“Saya mungkin kurang bijak dalam cara penyampaian saya. Saya menyadari bahwa saya kurang menghormati serta kurang menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan politik. Saya keliru dalam tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah menjalankan fungsi politik,” tambahnya.

Dengan kerendahan hati, Nadiem memohon maaf atas sikap dan ucapannya selama menjabat sebagai menteri.

“Oleh karena itu, saya ingin dengan tulus meminta maaf. Saya sangat menyesal jika ada ucapan atau perilaku saya selama menjabat yang tidak berkenan di hati banyak orang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masa tujuh bulan di penjara merupakan pengalaman yang sangat berat, terutama karena harus terpisah dari keluarga dan anak-anak. Meskipun demikian, Nadiem tetap optimis dan menemukan kekuatan dari perjalanan hidup tokoh-tokoh bangsa.

“Pengalaman ini memberi saya kekuatan dan inspirasi. Itulah sebabnya, meski dalam situasi yang sangat sulit seperti ini, saya masih optimis. Saya mencintai negara saya dan percaya bahwa keadilan adalah prinsip yang tetap ada dalam negara Indonesia yang saya cintai,” katanya.

➡️ Baca Juga: Panduan Meningkatkan Kualitas Bermain Badminton Secara Bertahap dan Aman

➡️ Baca Juga: AS Hancurkan Kapal Iran di Laut Lepas Sri Lanka, Menlu Iran: AS Akan Menghadapi Konsekuensinya

Related Articles

Back to top button