Marcus Rashford Mendapatkan Kritik Tajam dari Media Spanyol karena Kurangnya Karakter

Barcelona harus menelan pil pahit setelah gagal melanjutkan langkah di Liga Champions, terhenti di perempat final dengan agregat 2-3 melawan Atletico Madrid. Pertandingan leg kedua yang berlangsung di Stadion Metropolitano pada 15 April 2026 ini menjadi titik akhir mimpi mereka untuk meraih trofi prestisius tersebut.
Meskipun Barcelona berhasil meraih kemenangan 2-1 dalam laga ini, hasil tersebut tidak cukup untuk mengubah nasib mereka setelah sebelumnya kalah 0-2 di leg pertama. Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Marcus Rashford, yang diturunkan sebagai pemain pengganti namun gagal memberikan kontribusi berarti bagi tim.
Kritik tajam segera mengalir dari berbagai media Spanyol, yang menilai penampilan Rashford kurang memuaskan. Salah satu publikasi menilai penyerang asal Inggris ini tampil “tidak efektif” dan meragukan kemampuannya untuk tampil baik di momen-momen krusial yang dibutuhkan tim.
Penilaian dari media tersebut menyatakan, “Ketika Rashford masuk, kontribusinya tidak terlihat sama sekali.”
Pernyataan lebih lanjut menambahkan, “Ia tampak kurang memiliki karakter untuk menjadi penentu di saat-saat yang penting.”
Sementara itu, publikasi lain menyoroti bahwa Rashford tidak mampu meningkatkan daya serang tim, dan lembaga penilaian memberikan skor rendah untuknya, yakni 5,5 dari 10.
Kritik paling tajam datang dari sebuah media terkemuka yang menyatakan bahwa Rashford tidak memberikan kontribusi yang berarti, bahkan menyiratkan keraguan mengenai masa depannya di Barcelona. Penampilan yang kurang memuaskan ini dinilai dapat memengaruhi keputusan klub untuk mempertahankannya di musim mendatang.
Dalam pertandingan tersebut, Barcelona sempat memberikan harapan kepada pendukungnya. Lamine Yamal mencetak gol cepat di menit keempat, dan Ferran Torres menambah keunggulan pada menit ke-24, yang membuat agregat menjadi imbang. Namun, kebangkitan mereka terhambat oleh gol Ademola Lookman pada menit ke-31 yang mengembalikan keunggulan agregat Atletico.
Rashford dimasukkan pada menit ke-69 bersamaan dengan Robert Lewandowski, saat Barcelona sangat membutuhkan tambahan gol. Namun, kondisi semakin sulit ketika Eric Garcia menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Alexander Sorloth, yang membuat Barcelona bermain dengan sepuluh orang.
Meskipun dalam keadaan tertekan, Barcelona tetap berusaha menekan untuk memaksakan perpanjangan waktu. Namun, disiplin pertahanan Atletico Madrid di bawah asuhan Diego Simeone mampu menahan semua upaya yang dilakukan hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil ini memperpanjang catatan dominasi Atletico atas Barcelona di Liga Champions, setelah sebelumnya berhasil menyingkirkan tim Catalan itu pada musim 2013/14 dan 2015/16.
Bagi Rashford, hasil ini menjadi pukulan berat. Pemain yang dipinjam dari Manchester United ini sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk meraih trofi Liga Champions bersama Barcelona. Namun, penampilannya yang kurang maksimal di laga ini bisa berdampak pada peluangnya untuk mendapatkan kontrak permanen di klub tersebut.
➡️ Baca Juga: 5 Tren Tekstil Global yang Akan Mengubah Gaya Berpakaian di Tahun 2026
➡️ Baca Juga: Paus Leo Menyampaikan Kritikan Tajam terhadap Trump: Ancaman terhadap Peradaban Iran




