Lamine Yamal Tanggapi Nyanyian Chant Anti-Muslim yang Dilontarkan Fans Timnas Spanyol

Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, dilaporkan merasa marah setelah para penggemar Spanyol menyanyikan chant yang bernuansa anti-Muslim saat pertandingan persahabatan melawan Mesir.
Dalam laga yang berakhir dengan skor imbang 0-0 di RCDE Stadium, Barcelona, Yamal bermain sebagai starter sebelum ditarik keluar pada babak pertama. Meskipun pertandingan ini tidak terlalu menarik karena kedua tim sudah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, kehebohan justru terjadi di tribun penonton.
Kontroversi muncul ketika, dalam sepuluh menit pertama pertandingan, suporter tuan rumah mulai menyanyikan chant yang berbunyi “siapa yang tidak melompat adalah Muslim”. Chant tersebut ditandai dengan pengulangan beberapa kali selama laga berlangsung.
Pihak pengelola stadion bahkan berinisiatif menampilkan pesan di layar besar yang mengingatkan bahwa segala bentuk kekerasan, rasisme, xenofobia, dan diskriminasi sangat dilarang dalam dunia olahraga. Ironisnya, pesan tersebut justru mendapatkan sorakan dari sebagian penonton yang hadir.
Situasi menjadi semakin sensitif mengingat Mesir adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Selain itu, Lamine Yamal sendiri diketahui memiliki latar belakang Maroko dan merupakan seorang Muslim yang taat.
Menurut laporan dari media di Spanyol, Yamal menjadi satu-satunya pemain dari timnas yang tidak memberikan tepuk tangan kepada suporter usai pertandingan. Ia juga terlihat meninggalkan stadion dengan kepala tertunduk, didampingi oleh petugas keamanan.
Federasi Sepak Bola Spanyol, yang dikenal dengan Royal Spanish Football Federation, segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk chant tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk diskriminasi tidak bisa diterima dalam sepak bola.
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, turut mengecam insiden ini dan menyatakan bahwa chant tersebut sama sekali tidak dapat ditoleransi.
Rekan setim Yamal, Pedri, mengungkapkan bahwa para pemain terkejut dengan chant yang terdengar dan menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mencegah kejadian serupa terulang di stadion di masa depan.
Kiper timnas, Joan García, juga menegaskan bahwa seluruh anggota tim menolak segala bentuk diskriminasi dalam bentuk apapun.
Spanyol sendiri merupakan salah satu favorit dalam Piala Dunia 2026 mendatang. Mereka dijadwalkan untuk memulai turnamen dengan menghadapi Tanjung Verde pada tanggal 15 Juni di Atlanta, sebelum melawan Arab Saudi dan Uruguay dalam fase grup.
➡️ Baca Juga: 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia pada Bulan Februari 2026
➡️ Baca Juga: Desain Baru Iqro yang Modern dan Menarik untuk Mendorong Generasi Muda Belajar Ngaji




