Strategi Jemaah Haji untuk Meningkatkan Asupan Cairan Tanpa Sering Buang Air Kecil

Cuaca yang sangat panas di Tanah Suci menjelang pelaksanaan ibadah haji menjadi tantangan yang signifikan bagi para jemaah. Kondisi ekstrem ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik mereka, di mana banyak jemaah yang mengalami kelelahan akibat suhu yang tinggi.
Kelelahan fisik yang disebabkan oleh suhu yang ekstrem dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti dehidrasi dan heat stroke. Hal ini menjadi lebih penting untuk diperhatikan saat memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), di mana jemaah banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Dokter Edi Supriyatna, Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, menekankan pentingnya tindakan pencegahan yang sederhana yang dapat dilakukan oleh jemaah secara mandiri untuk menjaga kesehatan mereka.
Berikut adalah tujuh tips krusial untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca yang panas:
Penuhi Kebutuhan Cairan Secara Rutin
Jemaah diingatkan untuk selalu menjaga asupan cairan tubuh dengan konsisten.
Dr. Edi mengungkapkan, “Untuk mengantisipasi masalah kesehatan, jemaah haji disarankan untuk minum air sebanyak 200 mililiter setiap jam,” dalam penjelasannya di kantor KKHI Makkah.
Terapkan Pola Minum Bertahap
Agar tidak merasa terbebani dengan frekuensi buang air kecil, jemaah direkomendasikan untuk mengatur pola minum mereka.
“Minumlah dengan cara yang tepat, seperti empat teguk setiap sepuluh menit. Dengan cara ini, jemaah tidak akan terlalu sering buang air kecil. Ini penting untuk diketahui oleh semua jemaah,” tambahnya.
Kombinasikan Jumlah dan Frekuensi Minum
Dr. Edi melanjutkan, “Tipsnya adalah meminum 200 mililiter per jam, dengan empat teguk setiap sepuluh menit. Dengan cara ini, insya Allah, jemaah tidak akan sering buang air kecil. Kami telah mempersiapkan edukasi ini dari Indonesia untuk mengatasi berbagai faktor risiko seperti usia, komorbid, dan cuaca.”
Waspadai Risiko pada Jemaah dengan Penyakit Penyerta
Dehidrasi tidak hanya menjadi ancaman bagi jemaah yang lebih tua, tetapi juga bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Oleh karena itu, kelompok ini harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kesehatan mereka.
Kenali Bahaya Heat Stroke
Dehidrasi yang tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut menjadi heat stroke, yaitu kondisi serius yang disebabkan oleh paparan panas yang berlebihan. Keadaan ini dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh yang drastis dan mengakibatkan hilangnya kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri secara alami.
➡️ Baca Juga: Kim Ju Ae Menjadi Sorotan Publik Saat Saksikan Peluncuran Rudal Korut yang Gembira
➡️ Baca Juga: Dampak Kebiasaan Menunda pada Kesehatan Mental dalam Jangka Panjang yang Perlu Diketahui




