uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
bola

Calvin Verdonk Beraksi, Arsenal Kesulitan Mencetak Gol di Pertandingan Terbaru

Calvin Verdonk membuat sejarah sebagai pemain asal Indonesia pertama yang tampil di pentas Liga Champions. Sebagai bek Timnas Indonesia, ia melakukan debutnya saat Lille berhadapan dengan Arsenal dalam matchday kedua kompetisi bergengsi Eropa tersebut.

Pertandingan antara Arsenal dan Lille berlangsung di Emirates Stadium, London, pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Dalam laga ini, Lille harus menelan kekalahan dengan skor 0-3 dari tuan rumah.

Verdonk memulai pertandingan dengan duduk di bangku cadangan, di mana pelatih Lille lebih memilih Romain Perraud untuk mengisi posisi bek kiri sejak menit awal.

Sepanjang babak pertama, Lille berhasil mengimbangi permainan Arsenal. Tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum, sebelum tim Meriam London mulai menunjukkan taring mereka setelah jeda.

Setelah istirahat, Arsenal meningkatkan intensitas serangan dan berhasil mencetak tiga gol hanya dalam waktu tujuh menit.

Jurrien Timber mencetak gol pembuka bagi Arsenal pada menit ke-64. Tiga menit kemudian, Eberechi Eze menggandakan keunggulan, sebelum Bukayo Saka menambah gol ketiga pada menit ke-71.

Menyusul ketertinggalan tiga gol, Lille melakukan perubahan dengan memasukkan Verdonk menggantikan Perraud pada menit ke-76, untuk memperkuat pertahanan tim tamu.

Kehadiran bek asal Indonesia ini menjadi perhatian tersendiri. Verdonk akhirnya berhasil mencatatkan debutnya di Liga Champions dan menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi prestisius ini.

Menariknya, setelah Verdonk masuk ke lapangan, Arsenal tidak berhasil menambah gol. Lille berhasil menjaga pertahanan mereka hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Menurut data dari Sofascore, Verdonk tercatat melakukan 16 sentuhan bola selama berada di lapangan. Ia juga berhasil melakukan tiga tekel dan memenangkan tiga dari empat duel perebutan bola yang diikutinya.

Meski masuk saat Lille sudah tertinggal tiga gol, penampilan Verdonk memberikan catatan positif bagi lini pertahanan tim. Ia berkontribusi dalam menghentikan laju gol Arsenal pada sisa waktu pertandingan.

Verdonk mengikuti jejak Emil Audero dan Kevin Diks yang juga pernah tampil di Liga Champions. Namun, keduanya melakukannya sebelum berstatus sebagai pemain naturalisasi Indonesia.

Dengan demikian, Verdonk menjadi pemain Indonesia pertama yang berpartisipasi di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Momen ini menjadi pencapaian penting dalam kariernya bersama Lille, sekaligus untuk sepak bola Indonesia.

➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Memaksimalkan Peluang Pasar Secara Efisien Tanpa Ekspansi Berlebihan

➡️ Baca Juga: Peppy Ungkap Kondisi Kesehatan Terkini Tukul Arwana

Related Articles

Back to top button