Pemerintah Siapkan Pelatihan dan Kesempatan Kerja untuk Penyintas Narkoba

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah merancang program pelatihan dan menyediakan peluang kerja bagi penyintas penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi mereka yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung mereka dalam melanjutkan pemulihan dan memfasilitasi kemandirian ekonomi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa langkah ini sangat penting guna memastikan bahwa proses pemulihan tidak berhenti setelah rehabilitasi. Mereka yang telah menjalani rehabilitasi harus diberikan kesempatan untuk kembali aktif, berkarya, dan menjalani kehidupan yang mandiri.
“Pemulihan bukanlah titik akhir dari perjalanan. Setelah menyelesaikan rehabilitasi, individu-individu ini perlu mendapatkan peluang untuk berkontribusi di tempat kerja dan mengembangkan diri secara mandiri,” tegas Yassierli dalam penjelasannya di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Yassierli menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Kemnaker, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas rehabilitasi serta program pascarehabilitasi bagi para pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan narkotika serta zat adiktif lainnya.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (11/8).
Lebih jauh, Menaker menekankan pentingnya memberikan kesempatan kerja yang layak kepada setiap individu tanpa adanya diskriminasi. Dia menegaskan bahwa mereka yang telah menyelesaikan rehabilitasi perlu mendapatkan ruang untuk mengasah kompetensi dan kembali memberikan kontribusi di masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Menurut Yassierli, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari pemulihan fisik dan psikologis semata. Dukungan pascarehabilitasi juga sangat penting untuk membantu individu menyusun kembali kehidupan mereka, memperoleh penghasilan, serta membangun kepercayaan diri saat berinteraksi dengan masyarakat.
Oleh karena itu, Kemnaker akan menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
“Yang kami tawarkan bukan sekadar pelatihan, tetapi juga dukungan untuk membantu mereka mendapatkan akses pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri setelah memiliki kompetensi yang diperlukan,” jelasnya.
Bagi peserta yang lebih memilih untuk bekerja di perusahaan, Kemnaker akan memfasilitasi akses penempatan dengan mencocokkan kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan dari pemberi kerja. Ini diharapkan dapat memperlancar transisi mereka ke dunia kerja yang lebih produktif.
Sementara itu, bagi mereka yang ingin mengejar jalur kewirausahaan, pelatihan akan difokuskan pada keterampilan teknis, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan pendampingan sesuai dengan bidang usaha yang ingin mereka kembangkan. Yassierli optimis bahwa kolaborasi lintas sektor ini dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi penyintas penyalahgunaan narkoba untuk memperoleh keterampilan dan memasuki dunia kerja yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Diplomasi Lokal dan Ketegangan Antar Provinsi: Isu dan Dampak
➡️ Baca Juga: Atasi Masalah Bluetooth Tidak Terdeteksi pada Android dan iPhone dengan Langkah Efektif




