Camat Lamba Leda Utara NTT Menyampaikan Permohonan Maaf Terkait Bantuan Gempa

Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, mengambil langkah untuk menjelaskan situasi terkait bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayahnya. Insiden ini terjadi pada tanggal 21 Agustus 2026, ketika ia melakukan pengecekan terhadap bantuan logistik yang disalurkan.
Dalam momen tersebut, sebuah video beredar yang menunjukkan Agustinus mengekspresikan emosinya kepada seorang pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap jumlah bantuan yang diterima di posko logistik, yang ternyata tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh pejabat tersebut kepada pihak lain.
Agustinus, pada tanggal 27 Agustus 2026, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Deden dari BNPB, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta semua pihak yang terlibat atas insiden dan informasi yang beredar tersebut. Permohonan maaf ini menunjukkan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dalam penanganan bencana.
Dalam klarifikasinya, ia menjelaskan bahwa masalah yang terjadi terkait dengan ketersediaan bantuan yang baru sampai di tingkat kecamatan, sementara distribusi bantuan untuk seluruh Kabupaten Manggarai Timur masih dalam proses. Penjelasan ini bertujuan untuk meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul di masyarakat.
Agustinus menegaskan bahwa ia tidak mendapatkan tekanan untuk menyampaikan klarifikasi tersebut. Keputusan untuk meluruskan informasi yang beredar sepenuhnya merupakan inisiatif pribadinya, menunjukkan tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap situasi yang dihadapi masyarakat.
Di sisi lain, Inspektur III BNPB, Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, menyatakan bahwa pihaknya menerima dengan tulus permohonan maaf dari Camat Lamba Leda Utara. Sikap saling menghargai ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama dalam penanganan bencana.
Deden menambahkan, fokus utama saat ini adalah kembali bersatu untuk membantu masyarakat yang tengah berjuang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Ia menekankan pentingnya kerjasama dan komunikasi yang baik di antara semua pihak yang terlibat.
Situasi bencana sering kali menciptakan tekanan yang berat bagi pemerintah, petugas, dan masyarakat. Oleh sebab itu, Deden menekankan pentingnya menyelesaikan perbedaan persepsi melalui dialog dan koordinasi yang efektif.
Dengan memahami bahwa kondisi bencana tidak mudah bagi siapa pun, Deden mengajak semua pihak untuk saling mendukung, memperbaiki komunikasi, dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat. Hal ini sangat penting agar proses penanganan berjalan dengan lancar.
Deden juga menjelaskan bahwa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak gempa di Manggarai Timur akan terus dikirimkan secara bertahap. Pengiriman ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi akses ke berbagai wilayah.
Ia menyoroti bahwa proses distribusi bantuan sering kali menghadapi berbagai tantangan teknis, termasuk kendala akses transportasi menuju beberapa lokasi. Oleh karena itu, bantuan yang tersedia di tingkat kabupaten tidak selalu dapat langsung diterima oleh semua kecamatan secara bersamaan.
➡️ Baca Juga: Pendapatan BUMA Internasional Turun Dua Digit Akibat Cuaca Buruk yang Ganggu Operasional
➡️ Baca Juga: Keterampilan Teknologi Menciptakan Peluang Kerja Remote dengan Gaji Menarik Secara Global




