Malam Puncak Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026: 4 Tokoh Dihargai atas Kontribusi untuk Indonesia

Malam puncak Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 resmi berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026. Dengan tema “Aksi Nyata untuk Indonesia”, acara ini menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada sejumlah individu yang dianggap telah memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat dan bangsa.
Acara tersebut diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Selain prosesi pemberian penghargaan, suasana malam itu semakin meriah dengan penampilan musik dari Prinsa Mandagie dan Moluccan Soul, yang menambah kehangatan acara.
Penghargaan Achmad Bakrie kali ini merupakan yang ke-22, di mana ajang ini telah diadakan sejak tahun 2003. Setiap tahunnya, penghargaan ini secara konsisten memberikan pengakuan kepada individu-individu yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan pemikiran kreatif di berbagai bidang.
Pada tahun ini, empat tokoh terpilih untuk menerima penghargaan, masing-masing mewakili bidang yang berbeda. Mereka dipilih berkat kontribusi yang telah memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
Dalam bidang Sains dan Teknologi, penghargaan diterima oleh Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D. Beliau dikenal sebagai ilmuwan terkemuka asal Indonesia yang berperan penting dalam pengembangan teknologi radar serta penginderaan jauh, termasuk inovasi Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CPSAR).
Di sektor Kesehatan, penghargaan diberikan kepada Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. Ia merupakan seorang akademisi yang diakui atas kontribusinya dalam rekayasa jaringan serta pengembangan biokeramik medis di Indonesia, yang sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan.
Sementara itu, penghargaan di bidang Pemikiran Sosial jatuh kepada Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah. Ia juga dikenal luas sebagai seorang intelektual yang memiliki pandangan progresif mengenai moderasi dan konsep Islam yang berkemajuan.
Haedar Nashir sendiri menyatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi untuk Muhammadiyah serta pengabdian kepada bangsa yang telah dilakukan selama ini.
Kategori Seni dan Budaya diberikan kepada Butet Kartaredjasa, seorang seniman multitalenta yang dikenal akan karya-karyanya yang tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial dan gagasan yang relevan.
Tema “Aksi Nyata untuk Indonesia” menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh penyelenggaraan Penghargaan Achmad Bakrie XXII. Keempat penerima penghargaan tahun ini berasal dari latar belakang yang beragam, namun memiliki kesamaan dalam hal kontribusi yang nyata melalui bidang masing-masing.
➡️ Baca Juga: Nabilah O’Brien Ajukan Gelar Perkara Khusus Setelah Jadi Tersangka Pencurian di Medsos
➡️ Baca Juga: Manfaat Latihan Yoga untuk Pemain Badminton dalam Meningkatkan Kelenturan Tubuh secara Optimal




