Unika Atma Jaya Melaksanakan Transformasi Signifikan untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Jakarta – Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya telah mengambil langkah signifikan dalam melakukan transformasi di tingkat fakultas. Mereka menggabungkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, yang kini dikenal sebagai Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya penataan struktur akademik yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pendidikan yang kian dinamis.
Transformasi ini bukan sekadar penggabungan dua fakultas, tetapi juga mencakup perubahan mendasar dalam cara berpikir, tata kelola, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Sasaran utamanya adalah menciptakan keterkaitan yang lebih erat antara proses pendidikan dan tuntutan yang ada di industri serta masyarakat.
Linus M. Setiadi, Ketua Yayasan Unika Atma Jaya, mengungkapkan bahwa FBIS dirancang untuk menjadi fakultas yang responsif terhadap tantangan global. Pengembangan fakultas ini akan dilakukan melalui penguatan ekosistem akademik berbasis kolaborasi, integrasi lintas disiplin, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“FBIS memiliki potensi besar untuk menjadi fakultas unggulan. Dengan langkah yang cepat, adaptif, dan kolaboratif, fakultas ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan serta menciptakan dampak positif,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Rabu, 15 April 2026.
Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, menjelaskan bahwa pembentukan FBIS merupakan bagian dari agenda transformasi menuju visi Atma Jaya Emas. Harapannya, langkah ini dapat memperkuat kualitas akademik serta meningkatkan relevansi lulusan dengan tuntutan pasar kerja saat ini.
“Proses dinamika adalah hal yang sehat dalam transformasi sebuah institusi. Dengan adanya FBIS, kami berkomitmen untuk memperkuat keunggulan akademik dan meningkatkan kompetensi yang selaras dengan dinamika global dan kebutuhan pasar,” tegasnya.
Dekan FBIS Unika Atma Jaya, Irenius Dwinanto Bimo, menambahkan bahwa fakultas ini akan berfungsi sebagai ruang kolaboratif. Pendekatan ini diharapkan dapat memfasilitasi lahirnya ide-ide dan inovasi yang aplikatif dan relevan.
“Fakultas ini harus menjadi tempat subur bagi ide-ide dan inovasi terbaik untuk berkembang dan memberi dampak. Kolaborasi yang sejati akan terwujud dari keterbukaan, kepercayaan, dan kemauan untuk maju bersama,” jelasnya.
FBIS akan menawarkan berbagai program studi mulai dari jenjang sarjana hingga pascasarjana. Di tingkat sarjana, mahasiswa dapat memilih program studi seperti Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, dan Pariwisata.
Selain itu, program Profesi Akuntansi juga tersedia di jenjang profesi, serta beberapa program magister, termasuk Magister Manajemen, Magister Ekonomi Terapan, Magister Administrasi Bisnis, dan Magister Akuntansi. Struktur ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, sesuai dengan kebutuhan yang berkembang di bidang bisnis dan sosial.
➡️ Baca Juga: Kaesang Bertemu KH Yasin Nawawi di Ponpes An-Nur Bantul untuk Memperkuat Kerja Sama Sosial
➡️ Baca Juga: Kegiatan Olahraga di Sekolah, Meningkatkan Kebugaran Siswa




