www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Tiga Kabupaten yang Terkena Dampak Terparah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa tiga kabupaten di Indonesia terkena dampak paling parah akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Lampung Selatan dan Tanggamus yang berada di Provinsi Lampung, serta Pandeglang yang terletak di Provinsi Banten.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap area yang terpapar abu vulkanik. Kerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian serta lembaga terkait pun dilakukan untuk memastikan informasi yang akurat dan terkini.

Dalam kesempatan tersebut, Berton juga menekankan pentingnya kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan mereka, terutama terkait saluran pernapasan, mata, dan kulit, dalam rangka mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh abu vulkanik.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menggunakan pelindung seperti masker dan kacamata. Hal ini penting dilakukan untuk melindungi diri dari paparan langsung abu vulkanik. Setelah beraktivitas di luar rumah, sangat dianjurkan untuk segera membersihkan diri guna menghindari dampak negatif lebih lanjut.

Selain itu, warga juga diimbau untuk lebih banyak berada di dalam rumah selama masih terkena dampak abu vulkanik. Jika seseorang merasakan gangguan pernapasan, mereka diminta untuk segera mendapatkan perawatan medis agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga telah menginstruksikan puskesmas di daerah terdampak untuk bersiap siaga. Mereka diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan kebutuhan untuk mengaktifkan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC) demi memastikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan. Otoritas bandara, bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terus memantau perkembangan serta penyebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Hingga Minggu, 6 September 2026, pukul 13.00 WIB, sejumlah enam bandara terpaksa ditutup sementara akibat dampak dari abu vulkanik. Bandara-bandara tersebut mencakup Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah melakukan pengecekan kondisi di sekitar bandara. Penutupan ini dimulai pada Sabtu, 6 September 2026, pukul 12.00 WIB, sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan penerbangan.

“Kami selalu mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Maskapai tidak diperbolehkan untuk melaksanakan penerbangan jika kondisi tidak memungkinkan,” ungkapnya. Kementerian Perhubungan, bersama pihak terkait lainnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran abu vulkanik dan memberikan pembaruan informasi setiap empat jam untuk menentukan kondisi operasional penerbangan.

➡️ Baca Juga: Ayah Ressa Belum Terungkap, Denada Siapkan Momen Haru untuk Kenangan Spesial

➡️ Baca Juga: Ribuan Mantan Suami di Surabaya Terblokir Dukcapil karena Tunggakan Nafkah

Related Articles

Back to top button