www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
sport

Ganda Putra Indonesia Raih Posisi Runner-up di ITF World Tennis Tour M-15 Usai Kalah dari Pasangan AS-Spanyol

Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp harus menerima kenyataan sebagai runner-up di ajang ITF World Tennis Tour M-15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026 yang berlangsung di Bali. Dalam pertandingan final yang digelar di Lapangan A, Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali pada Sabtu (5/9), pasangan ganda putra Indonesia ini harus mengakui keunggulan pasangan unggulan kedua, Alexander Chang dan Pablo Perez Ramos.

Dalam laga yang berlangsung, Rafalentino dan Ethan kalah dalam dua set langsung dengan skor 3-6, 5-7. Sejak set pertama, pasangan yang berasal dari Amerika Serikat dan Spanyol itu menunjukkan permainan yang sangat agresif. Mereka menerapkan strategi serangan yang solid, termasuk variasi servis-voli, yang membuat Rafalentino dan Ethan kesulitan dalam mengembangkan permainan mereka.

Ganda putra Indonesia ini harus merelakan set pertama dengan hasil 3-6. Memasuki set kedua, mereka berusaha bangkit dan memperbaiki permainan. Kombinasi permainan mereka menjadi lebih padat dan mampu memberikan tekanan kepada lawan, menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Pertandingan berlangsung sangat ketat hingga mencapai game ke-10. Kedua pasangan sama-sama mengumpulkan lima kemenangan masing-masing, sehingga skor sementara imbang 5-5.

Namun, pengalaman dan ketenangan yang diperlihatkan oleh Chang dan Perez Ramos menjadi faktor penentu dalam pertandingan. Pada game ke-11, mereka berhasil mematahkan servis Rafalentino, dan momentum ini segera dimanfaatkan untuk menutup set kedua dengan kemenangan 7-5. Pertandingan berakhir setelah berlangsung selama 1 jam 11 menit.

Setelah pertandingan, Pablo Perez Ramos memberikan pujian atas performa Rafalentino dan Ethan. Dia mengakui bahwa pasangan Indonesia tersebut sebelumnya telah menunjukkan kualitas permainan yang mengesankan dengan menyingkirkan beberapa ganda unggulan lainnya untuk mencapai final.

Perez Ramos juga menegaskan bahwa Rafalentino dan Ethan sempat memberikan tekanan yang signifikan, terutama di set kedua. Sementara itu, Alexander Chang menyoroti pentingnya komunikasi dan kerjasama yang baik antara dia dan Perez Ramos sebagai kunci keberhasilan mereka meraih gelar juara.

Bagi Chang, trofi yang diperolehnya ini menjadi gelar kedua di ajang M-15. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih kemenangan di sektor ganda putra pada seri pertama, berpasangan dengan petenis asal Thailand, Tanapat Nirundorn.

Walaupun tidak berhasil meraih gelar juara, pencapaian Rafalentino dan Ethan mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum PP Pelti periode 2018-2022, Rildo Ananda Anwar. Menurutnya, kehadiran talenta muda seperti Rafalentino dan Ethan merupakan aset penting untuk masa depan tenis Indonesia.

➡️ Baca Juga: Gadget Kamera Aksi Terbaru yang Sempurna untuk Petualangan Outdoor dan Perjalanan Seru

➡️ Baca Juga: Kemenparekraf Genjot Promosi Wisata Bahari untuk Wisman

Related Articles

Back to top button