PTPN III Ubah Aset ‘Nganggur’ Menjadi Sumber Pendapatan yang Menguntungkan

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berkomitmen untuk memperkuat pondasi finansial dan meningkatkan nilai ekonomi perusahaan melalui program yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan aset tetap, seperti tanah dan gedung. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari inisiatif perusahaan untuk memanfaatkan aset nganggur yang selama ini tidak terpakai.
Keputusan ini merupakan respons terhadap target Return on Assets (ROA) yang telah ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk periode 2025-2029. Sampai dengan Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi dari PTPN Group tercatat mencapai 3,27 persen, menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Capaian ROA tersebut menunjukkan keberhasilan PTPN Group, yang telah melampaui target 2025 yang ditetapkan sebesar 2,78 persen, dengan pencapaian mencapai 117,63 persen. Meskipun telah berhasil melampaui target tahunan, manajemen PTPN Group tetap berfokus pada penguatan tata kelola aset untuk mencapai target jangka panjang yang terdapat dalam RJPP 2025-2029.
Target ROA yang ditetapkan perusahaan akan meningkat secara bertahap dan diharapkan dapat mencapai 7,6 persen pada tahun 2029. Ini membutuhkan penguatan strategi optimalisasi aset, efisiensi operasional yang lebih baik, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan yang memiliki ROA rendah atau bahkan negatif, agar aset nganggur tersebut dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan RJPP.
Agung Setya Imam Effendi, Direktur Aset PTPN III (Persero), mengungkapkan bahwa optimalisasi aset merupakan salah satu inisiatif strategis yang penting untuk memastikan bahwa semua sumber daya yang dimiliki perusahaan dikelola secara produktif dan bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya pergeseran dari pendekatan konvensional menuju cara yang lebih modern dan adaptif. Selain memprioritaskan aspek finansial dan teknologi, Agung menginstruksikan perlunya penguatan pendekatan sosial yang humanis namun tetap strategis, agar dapat menjawab berbagai kompleksitas permasalahan di tiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif.
“Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin memastikan bahwa seluruh entitas dalam PTPN Group beroperasi dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel. Dengan sistem yang baik, setiap aset tidak hanya harus tercatat dan teridentifikasi, tetapi juga dapat dimonitor perubahannya serta dijaga nilai dan keberlanjutannya dari waktu ke waktu,” ungkap Agung Setya dalam keterangan resminya pada Jumat, 17 April 2026.
➡️ Baca Juga: Hukum Menggunakan Jasa Tukar Uang Baru Jelang Lebaran Menurut Buya Yahya dan Ustaz Abdul Somad
➡️ Baca Juga: Transformasi Era Digital dalam Memperkenalkan Produk kepada Konsumen




