Pemerintah Siapkan Penambahan Charger Mobil Listrik untuk Mudik Lebaran 2026

Pemerintah akan memperluas fasilitas untuk masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Salah satu langkah kunci adalah mempercepat pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna mobil listrik.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna mobil listrik yang diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan selama periode mudik Lebaran 2026.
“Bersama PLN, kami akan mempercepat penambahan charger mobil listrik. Ini merupakan upaya kami untuk mendukung kelancaran pemudik,” jelas Pratikno dalam konferensi pers di Kantor KSP pada Rabu, 11 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Danantara untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup. Layanan motor pengantar BBM darurat juga disiapkan bagi pemudik yang mungkin kehabisan bahan bakar saat berada di perjalanan atau jauh dari SPBU.
“Ketersediaan BBM terjamin, kami telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Danantara untuk memastikan pasokan cukup. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami juga akan menyiapkan sepeda motor untuk membantu pemudik yang kehabisan BBM di tengah perjalanan,” imbuhnya.
Di samping fokus pada infrastruktur dan energi, Pratikno juga menekankan pentingnya stabilitas harga kebutuhan pokok dan akses informasi yang mudah bagi masyarakat.
Ia memastikan bahwa sistem informasi terpadu sudah disiapkan di bawah pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memandu para pemudik selama perjalanan mereka.
Sebagai informasi tambahan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada tanggal 14 dan 15 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus mudik kedua diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret 2026.
AHY menjelaskan bahwa prediksi ini berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan dari tahun sebelumnya.
Pemerintah juga memperkirakan bahwa puncak arus balik akan jatuh pada tanggal 24 dan 25 Maret 2026, dengan puncak kedua arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026.
Sebagai bagian dari upaya untuk memfasilitasi perjalanan, pemerintah akan menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi para pekerja.
“Untuk arus balik, puncaknya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 dan 25 Maret, serta puncak kedua pada tanggal 28 dan 29 Maret. Untuk itu, kami juga akan menerapkan cara-cara lain seperti WFA untuk mengurangi kepadatan,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Lionel Messi Tak Punya Target Muluk di Piala Dunia Antarklub, Sadar Inter Miami Bukan Barcelona
➡️ Baca Juga: Panjat Tebing Outdoor: Petualangan Seru di Alam Terbuka




