Atlet Panahan Ahmad Khoirul Baasith Siap Hadapi Persaingan Ketat Recurve Putra Asian Games 2026

Universitas Budi Luhur telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengembangan atlet muda melalui program beasiswa untuk mahasiswa atlet. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pencapaian di bidang olahraga, tetapi juga memastikan bahwa para atlet tetap dapat mengejar pendidikan mereka dengan baik.
Salah satu contoh sukses dari program ini adalah atlet panahan Indonesia, Ahmad Khoirul Baasith. Mahasiswa Fakultas Manajemen di Universitas Budi Luhur ini merupakan bagian dari tim panahan recurve putra yang berhasil meraih medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand.
Baasith menceritakan bahwa perjalanan akademisnya di Universitas Budi Luhur dimulai setelah ia berhasil meraih medali perunggu di ajang Asian Games 2023 di Hangzhou. Kesuksesannya di tingkat internasional membawanya mendapatkan tawaran untuk melanjutkan pendidikan di universitas tersebut.
“Awalnya, saya bisa masuk ke Universitas Budi Luhur setelah mendapatkan medali perunggu di Asian Games Hangzhou pada tahun 2023. Saya ditawari untuk mendaftar di universitas ini. Saya lalu mencoba untuk mendaftar dan menemukan ada beasiswa atlet. Saat itu, untuk panahan belum tersedia, jadi saya meminta dan alhamdulillah berhasil,” ungkap Baasith saat ditemui di kampusnya di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.
Bagi Baasith, pendidikan adalah aspek yang sangat penting bagi seorang atlet. Meskipun ia mengutamakan latihan dan kompetisi, ia percaya bahwa melanjutkan pendidikan adalah sebuah investasi untuk masa depannya.
“Pendidikan itu penting,” tegasnya singkat ketika ditanya mengenai signifikansi pendidikan bagi seorang atlet.
Namun, menjalani dua peran sekaligus sebagai atlet nasional dan mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Baasith mengakui bahwa ia mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara praktik dan studi, terutama saat harus terlibat dalam pemusatan latihan nasional.
“Awalnya, membagi waktu di sini cukup sulit. Karena saya sedang menjalani program pelatihan di Jakarta, jadwal latihan kami berlangsung dari pagi hingga malam. Jadi, untuk kuliah juga cukup menantang,” jelasnya.
Untungnya, pihak universitas memberikan keleluasaan bagi mahasiswa yang juga merupakan atlet. Ia dapat mengikuti perkuliahan secara daring dan memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis web yang disediakan oleh kampus.
“Universitas menyediakan fasilitas untuk kuliah secara fleksibel, bisa dilakukan online. Jadi, saat ada waktu di malam hari, saya bisa belajar. Kami juga memiliki platform web, jadi bisa belajar melalui sistem tersebut,” tambah Baasith.
➡️ Baca Juga: Direktur Bisnis Bulog Febby Sabet Outstanding 1 Woman in Food Security
➡️ Baca Juga: Dampak Konflik Iran–AS Terhadap Industri Mobil Nasional yang Perlu Diwaspadai
