pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Bank Mandiri Siap Memulihkan Rekening Rp80,9 Miliar Milik AMPB Supriyono

Bank Mandiri berencana untuk segera mengaktifkan kembali rekening yang dimiliki oleh Supriyono, yang juga dikenal sebagai Botok, selaku koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB). Rekening tersebut sebelumnya mengalami pemblokiran sehingga tidak dapat digunakan oleh pemiliknya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, dalam sebuah konferensi pers yang digelar bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

“Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kami dari pihak Bank Mandiri tentunya menyambut baik arahan dan permintaan yang disampaikan oleh Kapolda, pimpinan Komisi III, serta Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ungkap Riduan.

“Kami sebagai lembaga keuangan yang memiliki kewajiban untuk melayani nasabah dengan mematuhi peraturan yang berlaku, akan menindaklanjuti arahan yang disampaikan oleh Pak Direskrimum untuk segera mengaktifkan kembali rekening yang sebelumnya mengalami penundaan transaksi,” tambahnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI telah meminta agar rekening milik Supriyono alias Botok, koordinator AMPB, segera dipulihkan.

Pernyataan ini ditegaskan oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dalam konferensi pers yang berlangsung bersama Polda Metro Jaya dan Bank Mandiri.

Habiburokhman menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pihaknya telah menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai rekening Botok yang tidak dapat diakses.

“Komisi III dalam beberapa waktu terakhir mendapatkan informasi dari publik mengenai masalah rekening aktivis asal Pati, yaitu Saudara Botok, yang tidak dapat digunakan. Apakah itu disebut sebagai pemblokiran atau penundaan transaksi, yang jelas rekening tersebut tidak dapat dimanfaatkan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Habiburokhman kemudian meminta agar rekening tersebut sebaiknya dapat diakses kembali oleh pemiliknya. Ia berpendapat bahwa tidak ada indikasi atau unsur kriminalitas yang mendasari penundaan transaksi yang terjadi.

“Komisi III, sesuai dengan arahan pimpinan DPR, menilai bahwa sebaiknya rekening tersebut harus bisa diakses kembali oleh pemiliknya. Karena menurut kami, tidak ada unsur pidana yang terkait dengan masalah ini,” jelasnya.

“Namun demikian, saya diminta untuk menghadirkan Pak Asep, berkoordinasi dengan Kapolda dan Direktur Utama Bank Mandiri, untuk segera memulihkan rekening tersebut agar Saudara Botok dapat melanjutkan aktivitasnya dengan rekening itu,” tambah Habiburokhman.

➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Deaktivasi Akun Media Sosial Melalui Aplikasi di Android dengan Mudah

➡️ Baca Juga: Polisi Mengungkap Fakta Baru Revaldo Membeli Sabu Seharga Rp650 Ribu dari Pemasok

Related Articles

Back to top button