Pengelolaan Lingkungan Pascatambang dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Komitmen Perusahaan Tambang

Pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan pascatambang menjadi komponen krusial dalam menjalankan operasional perusahaan di industri pertambangan. Perusahaan yang peduli terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan akan menciptakan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.
Salah satu contoh nyata dari komitmen ini ditunjukkan oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha dari MMSGI, yang mengimplementasikan berbagai program untuk memanfaatkan aset pascatambang, memperkuat institusi ekonomi lokal, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong hilirisasi produk lokal.
Kemal Djamil Siregar, Presiden Direktur MHU, menekankan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya dapat diukur dari nilai investasi yang dicurahkan, tetapi juga dari perubahan yang dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi operasional.
“Keberhasilan program pemberdayaan bagi kami bukan sekadar seberapa besar dukungan yang diberikan, tetapi lebih pada perubahan yang dapat terus terwujud setelah program dilaksanakan,” ungkap Kemal dalam pernyataannya pada Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan, penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki akses, kemampuan, dan kelembagaan yang dapat tumbuh secara mandiri dalam jangka panjang.
Salah satu inisiatif yang diimplementasikan adalah program Air Bersih Pascatambang – Pompa Hydram yang dilaksanakan di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini berupaya mengubah kolam pascatambang yang ada menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Kemal menjelaskan bahwa teknologi Pompa Hydram digunakan untuk mengalirkan air dengan memanfaatkan energi kinetis air, sehingga sistem ini tidak membutuhkan sumber daya listrik atau bahan bakar tambahan.
Infrastruktur yang dibangun mencakup tiga unit Pompa Hydram, dua unit hydropur, dan Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 126 meter kubik. Jaringan distribusi airnya mencakup lebih dari 3,6 km dan sudah memberikan akses air bersih kepada tiga dusun: Donomulyo, Sentuk, dan Rempanga, yang mencakup sekitar 582 kepala keluarga.
Pengelolaan fasilitas ini juga melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera, sehingga masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga turut serta dalam memastikan keberlanjutan program tersebut.
“Kami melihat void pascatambang bukan hanya sebagai limbah, tetapi sebagai aset yang bisa dimanfaatkan kembali untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelas Kemal.
Pendekatan ini mencerminkan bahwa proses pascatambang dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah operasi tambang.
➡️ Baca Juga: Sheila Dara Sampaikan Pesan Penting untuk Vidi Aldiano Jika Jadi ‘Sore
➡️ Baca Juga: Upgrade Besar! Minecraft Java Edition Tinggalkan OpenGL untuk Performa Baru




