Ketentuan TKDN 60 Persen di 2027: Dukungan Penuh dari Hyundai untuk Inovasi Lokal

Ketentuan pemerintah terkait penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen yang direncanakan berlaku pada tahun 2027 disambut dengan antusiasme oleh Hyundai Indonesia. Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan diri untuk memenuhi ketentuan tersebut, berkat pengembangan ekosistem manufaktur dan komponen yang terintegrasi di tanah air.
Fransiscus menjelaskan bahwa Hyundai memiliki rantai pasokan yang cukup lengkap. Ini tidak hanya mencakup proses perakitan kendaraan, tetapi juga meliputi dealer dan seluruh rantai nilai lainnya yang mendukung operasional mereka di Indonesia.
Lebih dari sekadar kendaraan konvensional, Hyundai juga telah mendirikan fasilitas untuk memproduksi komponen baterai kendaraan listrik. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tren otomotif yang semakin berfokus pada keberlanjutan.
“Ketika pemerintah menetapkan regulasi yang mewajibkan TKDN sebesar 60 persen, kami akan memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut,” tambahnya, menegaskan keseriusan Hyundai dalam berkontribusi pada industri otomotif lokal.
Hyundai menegaskan investasi yang telah mereka tanam di Indonesia mencapai sekitar Rp50 triliun, atau setara dengan 3 miliar dolar AS. Investasi ini mencakup fasilitas produksi yang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap pasar domestik.
Salah satu jaringan produksi yang penting adalah pabrik baterai sel, yang menurut Fransiscus, akan menjadi pilar penting dalam mendukung kebutuhan produksi kendaraan listrik. Kapasitas produksi ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan lokal, tetapi juga untuk mendukung ekspor ke berbagai negara.
Dukungan produksi dari Indonesia ini berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk negara-negara di luar kawasan ASEAN, seperti Timur Tengah dan Amerika Selatan. Ini adalah langkah strategis bagi Hyundai untuk memperluas jangkauan global mereka, sambil tetap berkomitmen pada pengembangan industri otomotif lokal.
➡️ Baca Juga: Grabette: Solusi Terbuka untuk Merekam Data Manipulasi Robot Secara Efisien
➡️ Baca Juga: Gadget Kamera Aksi Terbaru yang Sempurna untuk Petualangan Outdoor dan Perjalanan Seru




