Ekuitas ASABRI Turun Rp673 Miliar, DPR Tindak Lanjuti Masalah Tata Kelola

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, memberikan perhatian serius terhadap situasi ekuitas PT ASABRI (Persero) yang saat ini masih menunjukkan angka negatif.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan ASABRI perlu diutamakan, terutama dalam hal tata kelola dan pengelolaan investasi yang lebih baik.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, ekuitas ASABRI tercatat mengalami penurunan sebesar Rp673 miliar, yang merupakan kondisi yang lebih buruk dibandingkan dengan tahun 2025 yang tercatat negatif Rp363 miliar.
“ASABRI menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ekuitas yang terus berada di angka negatif. Hingga saat ini, kondisi ini masih belum membaik. Ini menjadi salah satu isu krusial yang perlu kita perhatikan,” ucap Nasril saat melakukan kunjungan kerja khusus Komisi VI DPR RI di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (3/10/2026).
Di periode yang sama, ASABRI juga melaporkan rugi komprehensif sebesar Rp310 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh hasil investasi yang tidak memenuhi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, akibat tekanan dari kondisi ekonomi baik domestik maupun global.
Merespons situasi ini, Nasril menilai bahwa perbaikan tata kelola harus menjadi prioritas utama agar masalah yang sama tidak terulang di masa depan.
“Yang harus menjadi fokus adalah tata kelola. ASABRI perlu memberikan laporan yang transparan mengenai masalah investasi dan program yang dijalankan. Kita tidak boleh membiarkan masalah ini terulang kembali,” tegasnya.
Politisi dari Fraksi PAN ini juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap pengelolaan investasi ASABRI, termasuk instrumen investasi yang digunakan oleh perusahaan.
Dalam kunjungan kerjanya, ASABRI menjelaskan penyebab penurunan ekuitas hingga Agustus 2026. Padahal, sebelumnya perusahaan sempat menunjukkan perbaikan ekuitas mulai tahun 2021.
ASABRI mengungkapkan bahwa perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja investasi serta tambahan dana UPSL sebesar Rp4,55 triliun.
Nasril, yang merupakan wakil dari daerah pemilihan Sumatera Utara III, mengekspresikan bahwa masalah ekuitas negatif tidak bisa hanya dipantau melalui kunjungan kerja semata.
Komisi VI DPR RI berencana untuk membawa hasil temuan tersebut ke pembahasan di DPR untuk merumuskan langkah strategis yang diperlukan selanjutnya.
“Kita akan mengusulkan hal ini di DPR. Kita perlu mendorong langkah-langkah yang diperlukan dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ekuitas negatif ini. Apakah perlu tambahan modal, tentu saja perlu evaluasi lebih lanjut. Ini akan kita bawa ke rapat,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Kaesang Bertemu KH Yasin Nawawi di Ponpes An-Nur Bantul untuk Memperkuat Kerja Sama Sosial
➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Dapat Keuntungan Meskipun Belum Bertanding di FIFA Series, Ranking Malaysia Terancam Turun




