DJ Amoy Karamoy Melaporkan Dugaan Fitnah Terhadapnya Terkait Open BO dan Aborsi

Keinginan DJ Amoy Karamoy untuk menjalani kehidupan yang lebih damai setelah berakhirnya hubungan asmaranya justru diwarnai oleh berbagai masalah baru. Wanita berusia 34 tahun ini mengaku menjadi korban teror yang disertai dengan tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari pihak-pihak yang terhubung dengan mantan pacarnya, TA.
Situasi yang tidak nyaman ini membuat Amoy memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Ia melaporkan kasus yang dialaminya ke Polresta Bekasi, karena merasa tidak terima dengan berbagai tudingan yang mulai menyebar di media sosial.
Sebelum isu ini mencuat, diketahui bahwa Amoy menjalin hubungan dengan TA selama sekitar empat bulan. Dalam pengakuannya, sejak awal pertemuan, TA sering membicarakan tentang rencana pernikahan.
“Selama berpacaran dengan TA, kami bersama selama empat bulan. Sejak awal, dia selalu menjanjikan pernikahan. Itu saja yang selalu dibicarakan,” ungkap DJ Amoy Karamoy dalam konferensi pers, mengutip dari Youtube Cumicumi, pada Minggu 27 September 2026.
Namun, setelah mengenal lebih dalam tentang kehidupan TA, Amoy akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kehidupannya dan masa depan anaknya.
“Saya harus mengetahui siapa sosok yang akan menjadi suami saya. Setelah mengenal kehidupannya lebih jauh, saya putuskan untuk berpisah. Intinya, kehidupan saya dan anak saya tidak akan baik jika terus bersamanya,” lanjutnya.
Amoy mengaku bahwa TA telah berstatus menikah. Masalah semakin kompleks ketika istri TA, Rahmawati yang dikenal sebagai DJ Rara, disebut-sebut membuat konten di media sosial yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap dirinya.
Salah satu tuduhan yang dibantah oleh Amoy berkaitan dengan isu aborsi. Ia dituduh melakukan aborsi saat masih menjalin hubungan dengan TA, yang tentu saja membuatnya merasa sangat dirugikan.
Tidak hanya itu, Amoy juga dipersalahkan dengan tuduhan lain yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat dalam praktik open BO dan dicap sebagai seorang wanita dengan perilaku tidak senonoh.
Berbagai tudingan ini membuat Amoy merasa trauma kembali. Ia mengungkapkan bahwa ia sempat berusaha untuk memperbaiki hidupnya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum masalah ini muncul.
“Setelah perpisahan, saya sangat trauma. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha mengubah hidup menjadi lebih baik,” jelas Amoy Karamoy.
➡️ Baca Juga: Kesehatan Global: Upaya Mengatasi Penyakit Menular di Negara Berkembang
➡️ Baca Juga: PS Plus Catalog 2024 Ini 78 Game Hidden Gems Yang Sepi Mainnya




