450 Pelari Internasional dari 16 Negara Siap Berkompetisi di Jakarta Vertical Run 2026

Jakarta – Ibu kota Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk ajang lari vertikal internasional, Geely Jakarta Vertical Run 2026. Para peserta akan dihadapkan pada tantangan untuk menaklukkan lebih dari 2.120 anak tangga menuju puncak Autograph Tower, yang terletak di Thamrin Nine.
Perlombaan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 15 November 2026. Autograph Tower dipilih sebagai lokasi karena gedung ini memiliki ketinggian mencapai 385 meter dengan total 106 lantai, menjadikannya sebagai latar yang spektakuler untuk acara ini.
Event ini diselenggarakan oleh Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Pengprov DKI Jakarta, bekerja sama dengan Cakrawala Jakarta Kreatif sebagai penyelenggara utama, menunjukkan kolaborasi yang solid untuk menciptakan acara berkualitas tinggi.
Berbeda dengan lomba lari jalan raya, para peserta Jakarta Vertical Run 2026 akan memanfaatkan kekuatan fisik dan mental mereka untuk melewati ratusan lantai gedung hingga mencapai garis finis di titik tertinggi. Ini adalah tantangan yang unik dan menarik bagi atlet lari.
Menariknya, lomba ini akan dimulai sejak pukul 04.30 WIB. Pelari yang tercepat berkesempatan untuk menikmati pemandangan indah matahari terbit dari ketinggian saat mereka berhasil mencapai puncak gedung. Ini adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan oleh para pelari.
Antusiasme untuk berpartisipasi dalam Jakarta Vertical Run 2026 sangat tinggi. Saat ini, tercatat sebanyak 450 pelari dari 16 negara yang siap bersaing dalam ajang ini. Hal ini mencerminkan minat global terhadap olahraga lari vertikal yang semakin berkembang.
Para peserta akan berlaga dalam tiga kategori utama, yakni Elite/Tower Running, Senior, dan Master. Kategori ini memberikan kesempatan bagi pelari dengan berbagai tingkat keahlian untuk berpartisipasi dalam perlombaan yang menantang ini.
Sistem start akan menggunakan metode wave atau gelombang. Wave pertama dikhususkan bagi kategori Elite Atlet, sementara wave kedua untuk kategori Open. Dalam dua gelombang ini, lima pelari akan dilepas setiap 30 detik, memastikan kelancaran perlombaan.
Gelombang ketiga dan keempat akan dilepas dengan interval satu menit, memberikan waktu yang cukup bagi setiap pelari untuk memulai perlombaan dengan baik. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir kerumunan dan meningkatkan pengalaman bagi semua peserta.
Eko Putro Hadi Prasetyo, Ketua Umum ALTI DKI Jakarta, menyatakan bahwa ajang ini menawarkan pengalaman olahraga urban yang berbeda dibandingkan dengan perlombaan lari tradisional. Ini adalah kesempatan bagi para pelari untuk merasakan tantangan yang unik di tengah kota.
Jakarta Vertical Run juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan olahraga vertical running kepada masyarakat luas, sekaligus mendukung pengembangan potensi sport tourism di Ibu Kota. Ini adalah langkah positif untuk meningkatkan kesadaran akan olahraga ini.
Penyelenggaraan tahun ini memiliki makna yang istimewa karena diadakan dalam rangka menyambut HUT ke-499 DKI Jakarta dan menuju peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada tahun 2027. Hal ini menambah nilai historis dan kultural pada acara ini.
Panitia berharap agar Jakarta Vertical Run dapat digelar kembali tahun depan dengan skala yang lebih besar, serta menjadi bagian dari rangkaian perayaan 500 tahun Jakarta. Harapan ini menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan acara ini di masa mendatang.
Acara ini juga dianggap layak untuk diajukan sebagai rekor MURI. Penyelenggara percaya bahwa Jakarta Vertical Run 2026 adalah acara vertical running pertama di gedung tertinggi di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak, menjadikannya sebuah pencapaian yang patut dicatat.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Membangun Perut Sixpack Melalui Latihan Core Yang Benar dan Teratur
➡️ Baca Juga: Ulasan SSD Eksternal SanDisk Extreme Pro: Kecepatan Tinggi dan Tahan Air yang Handal




