Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
berita

IEA Mengungkap Dampak Perang Iran, Produksi Minyak di Teluk Butuh 2 Tahun untuk Pulih

Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol mengingatkan bahwa pemulihan produksi minyak dan gas di kawasan Timur Tengah tidak akan terjadi dengan cepat, meskipun jalur pelayaran sudah kembali beroperasi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik di Iran diperkirakan akan memerlukan waktu hingga dua tahun untuk mencapai tingkat produksi sebelum terjadinya peperangan.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Birol menyatakan bahwa pasar harus berhati-hati agar tidak menganggap gangguan pasokan ini hanya bersifat sementara. Menurutnya, pandangan tersebut adalah keliru, dan dampak dari konflik ini akan terasa lebih lama dari yang diperkirakan.

Laporan yang beredar menunjukkan bahwa infrastruktur penting di kawasan Teluk Persia, termasuk sumur minyak, kilang, dan jaringan pipa, mengalami kerusakan yang signifikan. Selain itu, Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk ekspor minyak mentah dan bahan bakar, sebagian besar tidak berfungsi, menyebabkan hilangnya ratusan juta barel dari pasar global.

Birol membantah anggapan bahwa pasokan minyak akan segera pulih hanya dengan dilanjutkannya pengiriman. Menurutnya, meskipun Selat Hormuz dibuka kembali, tidak berarti bahwa produksi akan kembali ke kondisi semula dengan segera.

“Meskipun Selat Hormuz terbuka, itu tidak akan serta-merta mengembalikan produksi ke tingkat sebelum terjadinya konflik. Infrastruktur perlu diperbaiki, dan produksi harus dimulai ulang,” jelasnya.

Sebelumnya, IEA memperkirakan bahwa konflik ini telah mengurangi produksi minyak hingga 13 juta barel per hari, dengan total kerugian ekspor, termasuk produk olahan, jauh lebih besar. Lebih dari 80 fasilitas yang berhubungan dengan minyak dan gas di kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan yang serius.

Dalam wawancara lain dengan harian Neue Zürcher Zeitung, Birol mencatat bahwa waktu pemulihan akan bervariasi di setiap negara. Misalnya, di Irak, proses pemulihan akan lebih lama dibandingkan dengan Arab Saudi. Namun, secara keseluruhan, ia memperkirakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke tingkat produksi sebelum perang adalah sekitar dua tahun.

Ia juga mengungkapkan bahwa pasar tampaknya meremehkan dampak dari penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Birol menjelaskan bahwa pengiriman minyak dan gas yang sudah berlayar sebelum terjadinya konflik kini telah sampai di tujuan, sehingga dampak kekurangan pasokan belum sepenuhnya dirasakan.

“Namun, tidak ada kapal tanker baru yang melakukan pengiriman pada bulan Maret. Tidak ada lagi pengiriman baru minyak, gas, atau bahan bakar ke pasar Asia. Kesenjangan ini mulai terlihat. Jika Selat Hormuz tidak segera dibuka, kita harus bersiap menghadapi lonjakan harga energi yang signifikan,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Harian Anda dengan Teknik Pomodoro untuk Fokus yang Lebih Maksimal

➡️ Baca Juga: Bocah 8 Tahun di Cirebon Diculik dengan Modus Es Krim, Disekap dan Dianiaya Selama 2 Hari

Related Articles

Back to top button