Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

ICDX Memprediksi Pergerakan Harga Minyak Mentah di Pasar Global

ICDX memperkirakan bahwa harga minyak mentah akan berada di kisaran US$95 hingga US$100 per barel pada tahun 2026. Analisis ini disampaikan oleh Girta Putra Yoga, yang menjabat di bagian Research and Development ICDX, dan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut.

Girta menyatakan, “Dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perkembangan terkini, kami percaya bahwa harga minyak mentah memiliki potensi untuk terus bergerak bullish hingga paruh kedua tahun ini. Kami memperkirakan level resistance akan mencapai kisaran US$95 hingga US$100 per barel, sementara level support diperkirakan berada di antara US$80 hingga US$75 per barel,” ujarnya pada akhir pekan lalu.

Ia juga menekankan bahwa harapan untuk penguatan harga minyak mentah global mulai terlihat di awal tahun ini. Komitmen dari aliansi produsen minyak, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), yang berencana untuk mempertahankan tingkat produksi hingga Desember 2026, menjadi faktor pendorong yang dapat mengangkat kembali harga minyak mentah.

Di samping itu, ketegangan geopolitik yang terjadi di awal tahun turut berperan dalam fluktuasi harga. Contohnya, penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh militer AS, serta keinginan Presiden AS saat itu, Donald Trump, untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark, dan dimulainya konflik antara AS dan Iran, semuanya berkontribusi pada kenaikan harga minyak mentah yang menyentuh level US$90 per barel pada awal Maret, naik dari level US$57 per barel di awal Januari 2026.

Girta juga mengindikasikan bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun yang cukup menantang bagi komoditas minyak mentah. Rata-rata harga “emas hitam” ini mengalami penurunan lebih dari 21 persen, berakhir di level US$60 per barel pada penutupan tahun lalu, dibandingkan dengan harga rata-rata di awal tahun ini yang mencapai US$77 per barel.

Pada paruh pertama tahun lalu, harga minyak mentah mengalami penurunan hampir 10 persen, dengan harga rata-rata yang diperdagangkan berada di kisaran US$69 per barel.

Fluktuasi harga minyak mentah global juga terpengaruh oleh tekanan akibat perang tarif yang diterapkan oleh Donald Trump terhadap China, serta beberapa negara mitra dagang utama seperti Kanada dan Meksiko.

Sebagai dampaknya, Girta mencatat bahwa harga minyak mentah rata-rata mengalami pergerakan bearish, turun hingga menyentuh level US$62 per barel pada Mei 2025, sebelum kembali menguat setelah AS dan China sepakat untuk melakukan jeda tarif selama 90 hari.

➡️ Baca Juga: Tarif Transportasi HUT RI di Jakarta Naik Menjadi Rp 8, Bukan Lagi Rp 1

➡️ Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Bisa Dikuasai Melalui Cuitan atau Perintah Trump

Related Articles

Back to top button