Konsorsium Emiten Teknologi dan Telekomunikasi Bangun Kabel Laut 6.870 Km di 14 Kota

Konsorsium yang terdiri dari perusahaan-perusahaan teknologi digital dan telekomunikasi, telah menginisiasi pembangunan sistem kabel laut yang dikenal sebagai Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System).
Anggota konsorsium ini mencakup PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT FiberHome Technologies Indonesia (FiberHome), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WIFI), Nokia, PT Sarana Global Indonesia (SGI), dan NTT Group melalui anak usahanya, Weave.
“Sistem ini adalah jalur komunikasi kabel laut yang membentang sepanjang sekitar 6.870 kilometer, yang dirancang untuk menghubungkan 14 titik pendaratan di berbagai pulau di seluruh Indonesia,” ungkap Muhammad Arif, Direktur Utama INET, dalam pernyataan resminya pada hari Kamis, 24 September 2026.
Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) yang berlangsung di Singapura pada 23 September 2026. Dalam konsorsium tersebut, SGI, yang 60 persen sahamnya dimiliki oleh INET, berfungsi sebagai pengembang dan pelaksana proyek sistem ini. Sementara itu, INET bertindak sebagai pemegang saham mayoritas SGI serta pengguna kapasitas dari sistem yang dibangun.
Di sisi lain, FiberHome akan berperan sebagai mitra teknologi dan penyedia sistem kabel laut, Nokia akan menjadi penyedia teknologi jaringan optik, sedangkan Surge akan menggunakan kapasitas untuk meningkatkan layanan broadband yang tersedia.
NTT Group juga berkontribusi melalui Weave (PT Integrasi Jaringan Ekosistem/IJE), yang merupakan hasil kerja sama antara Surge dan NTT East, berfungsi sebagai mitra dalam jaringan tulang punggung dan distribusi kapasitas.
Arif menjelaskan lebih lanjut bahwa SGI Cable System dirancang untuk menghubungkan Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, hingga Sorong.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat menyatukan konektivitas antara wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur dalam satu kesatuan sistem. SGI Cable System dirancang dengan 16 pasang serat optik, memiliki kapasitas sistem mencapai 25 Tbps, dan dirancang untuk bertahan selama 25 tahun.
Tujuan dari pembangunan sistem ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional, sejalan dengan pertumbuhan trafik data yang semakin meningkat.
Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang semakin berkembang seiring dengan ekspansi pusat data, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan layanan digital yang semakin banyak diadopsi di Indonesia. Proyek ini ditargetkan akan mencapai tahap siap beroperasi (Ready for Service/RFS) pada akhir tahun 2028.
Arif menambahkan bahwa keberadaan konsorsium ini akan memperkuat posisi INET dalam industri kabel laut, terutama setelah kepemilikan saham sebesar 60 persen di SGI.
➡️ Baca Juga: Blokade AS di Selat Hormuz Mengakibatkan Kerugian Iran Rp7,4 Triliun Setiap Hari
➡️ Baca Juga: Tarif Transportasi HUT RI di Jakarta Naik Menjadi Rp 8, Bukan Lagi Rp 1




