uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
otomotif

Beli Mobil di Facebook? Waspadai Penipuan dan Kendaraan Hasil Curian!

Membeli mobil bekas melalui platform seperti Facebook Marketplace bisa menjadi pengalaman yang berisiko. Di Pennsylvania, Amerika Serikat, seorang ayah dan anaknya diduga terlibat dalam penjualan kendaraan curian dengan menggunakan dokumen kendaraan palsu. Mereka berhasil menjual setidaknya 12 mobil dengan total nilai hampir US$500 ribu, yang setara dengan Rp9,06 miliar.

Kasus ini terkuak setelah penyelidikan oleh pihak berwenang di Pennsylvania. Jaksa Agung setempat mengungkap bahwa Jermaine Quinones Sr., 42 tahun, dan putranya, Jermaine Quinones Jr., 18 tahun, diduga terlibat dalam operasi pencurian dan penjualan kendaraan ilegal yang berlokasi di Lehigh County.

Modus operandi mereka tidak hanya terbatas pada menjual mobil curian. Keduanya juga diduga melakukan praktik yang dikenal sebagai title washing, yaitu memanipulasi dokumen kepemilikan kendaraan agar mobil hasil curian tampak sah dan legal.

Selama penyelidikan, pihak berwenang mencatat sedikitnya 12 kendaraan yang diduga menggunakan dokumen bermasalah antara tahun 2025 hingga 2026. Banyak dari kendaraan tersebut dipasarkan melalui Facebook Marketplace, yang membuatnya semakin sulit untuk mendeteksi penipuan.

Dalam menjalankan praktik ilegal ini, ayah dan anak tersebut diduga menggunakan nomor identifikasi kendaraan (VIN) yang diambil dari mobil lain untuk menyembunyikan identitas asli kendaraan curian. Taktik ini memungkinkan mereka untuk menyembunyikan jejak dan mengelabui calon pembeli.

Dengan dokumen yang telah dimanipulasi, mobil-mobil tersebut dapat melewati proses pengurusan kepemilikan dan registrasi tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak berwenang. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan secara online.

Kondisi ini membuat calon pembeli sangat rentan untuk tertipu. Meskipun melakukan pemeriksaan riwayat kendaraan, informasi yang telah dimanipulasi dalam dokumen bisa membuat hasil pemeriksaan tidak akurat dan menyesatkan.

Menariknya, kendaraan yang terlibat dalam kasus ini bukanlah hanya mobil tua dengan harga murah. Salah satu kendaraan yang disita adalah Infiniti QX60 model 2026 dengan harga mencapai US$67.599, atau sekitar Rp1,23 miliar.

Selain itu, terdapat juga Acura Integra dengan nilai US$35.950, yang setara dengan Rp651,6 juta. Dua unit Ford Mustang juga terlibat dalam penyelidikan, masing-masing bernilai US$32.640 (Rp591,6 juta) dan US$31.890 (Rp578 juta).

Jermaine Quinones Sr. ditangkap di rumahnya di Allentown pada awal Oktober 2026. Ia ditahan dengan jaminan sebesar US$450 ribu, yang setara dengan Rp8,16 miliar.

Putranya, Jermaine Quinones Jr., ditangkap pada 22 Oktober 2026, dengan nilai jaminan sebesar US$100 ribu atau sekitar Rp1,81 miliar. Penangkapan ini menunjukkan betapa seriusnya masalah penipuan dalam jual beli kendaraan di platform online.

Dengan meningkatnya penggunaan platform media sosial untuk transaksi, sangat penting bagi calon pembeli untuk tetap waspada dan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli mobil.

➡️ Baca Juga: Kelebihan Hardisk Eksternal Gaming dengan Lampu RGBi untuk Pengalaman Bermain yang Optimal

➡️ Baca Juga: Daya Tahan Baterai Galaxy A Series: Mana yang Tahan Paling Lama?

Related Articles

Back to top button