Inalum Luncurkan Aluminium Rendah Karbon Indonesia, Memanfaatkan Energi Air untuk Pasar Global

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), lebih dikenal sebagai Inalum, mengambil langkah signifikan dalam memperkuat posisinya di pasar aluminium global. Peluncuran Sertifikasi Aluminium Rendah Karbon (Green Aluminium) berlangsung bersamaan dengan acara Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 yang dijadwalkan pada 15 hingga 17 September 2026. Langkah ini menandai komitmen Inalum untuk menghadirkan produk yang lebih berkelanjutan.
Fastmarkets International Aluminium Conference merupakan forum tahunan yang telah memasuki tahun ke-40. Acara ini menjadi ajang berkumpulnya lebih dari 500 pelaku industri dan pengambil keputusan dari berbagai sektor dalam rantai pasok aluminium global. Diskusi yang diusung mencakup perkembangan pasar, dinamika harga, isu perdagangan internasional, dan yang tak kalah penting, keberlanjutan serta inovasi dalam aluminium rendah karbon.
Peluncuran sertifikasi ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Inalum untuk meningkatkan daya saing aluminium Indonesia, terutama di tengah meningkatnya permintaan global untuk produk yang memiliki jejak karbon minimal. Dengan langkah ini, Inalum semakin menegaskan statusnya sebagai satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia yang memproduksi aluminium dengan emisi karbon rendah, berkat dukungan energi listrik yang bersumber dari tenaga air.
Keunggulan ini menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap emisi karbon, keberlanjutan, dan transparansi dalam rantai pasok. Dengan Sertifikasi Aluminium Rendah Karbon, Inalum berupaya untuk menghadirkan produk aluminium dari Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang mendukung agenda pengurangan emisi karbon global.
Arif Haendra, selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial Inalum, menjelaskan bahwa peluncuran Sertifikasi Green Aluminium adalah bagian dari strategi perusahaan untuk menambah nilai dan memperluas akses pasar bagi produk aluminium yang dihasilkan.
“Minat pasar internasional terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah semakin meningkat. Inalum memiliki keunggulan kompetitif karena proses produksi aluminium kami didukung oleh energi terbarukan berbasis tenaga air. Kami ingin memanfaatkan keunggulan ini untuk memperkuat posisi tawar kami, sehingga produk aluminium dari Indonesia dapat bersaing secara lebih efektif di pasar global,” ungkap Arif.
Momentum ini semakin dikuatkan oleh kolaborasi antara Inalum dan sejumlah mitra internasional, termasuk Mitsubishi RtM dari Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) yang berlokasi di Singapura dan Concord di Inggris. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas jaringan internasional dan membuka peluang baru dalam pengembangan pasar untuk produk aluminium perusahaan.
➡️ Baca Juga: AFC Mengakui Liga Indonesia Meningkatkan Peringkat Tertinggi Berkat Dampak Persib di Asia
➡️ Baca Juga: Anggota TNI Kesurupan Saat Amankan Pertunjukan Kuda Lumping, Polisi dan Warga Terus Berjuang




