MBG Prasmanan Tingkatkan Konsumsi Siswa dan Kurangi Limbah Makanan Secara Signifikan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mengurangi limbah makanan, seiring dengan meningkatnya tingkat konsumsi di kalangan siswa.
“Melalui beberapa implementasi yang sudah berjalan, kami melihat bahwa tingkat makanan yang habis dan kebersihan di piring siswa sangat tinggi. Dengan demikian, para siswa pun merasa senang,” ujar Sudaryono dalam sebuah acara di Jakarta, seperti yang dilaporkan oleh ANTARA pada Minggu (18/10/2026).
Sudaryono menekankan bahwa metode prasmanan ini tidak memerlukan tambahan anggaran per porsi, yang tetap ditetapkan sebesar Rp15 ribu.
“Kita mengalokasikan anggaran Rp15 ribu dikalikan dengan jumlah siswa, namun yang menjadi perhatian adalah masalah limbah. Sebab, setiap siswa memiliki ukuran tubuh yang berbeda meskipun mereka berada di kelas yang sama, misalnya kelas 5 SD,” jelasnya.
“Dulunya, porsi makanan untuk siswa yang berbeda ukuran tubuh sama, tetapi dengan sistem prasmanan ini, kami menyediakan porsi yang bervariasi dalam satu meja prasmanan. Jika ada siswa yang merasa perlu menambah porsi karena masih lapar, mereka bisa melakukannya tanpa masalah,” tambahnya.
Kepala BGN juga menginformasikan bahwa saat ini mereka telah memulai percontohan atau pelaksanaan Program MBG prasmanan di berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa, Aceh, Palembang, serta daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) seperti Merauke.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan percontohan ini berjalan dengan baik, sehingga kami dapat mengidentifikasi dan mengatasi semua tantangan yang muncul. Setelah evaluasi dua minggu, kami berencana untuk memperluas program ini secara bertahap, dimulai dari 66 lokasi, kemudian meningkat menjadi 500, 1.000, hingga 1.500 lokasi,” paparnya.
BGN menargetkan sebanyak 5.000 Sekolah Penyedia Program Gizi (SPPG) dapat melaksanakan Program MBG prasmanan pada akhir tahun 2026. Hingga saat ini, BGN melaporkan bahwa sudah terdapat 66 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah memulai pelaksanaan program ini.
➡️ Baca Juga: Pelatih Bangladesh Mengakui Ancaman Dua Pemain Timnas Indonesia dalam Pertandingan
➡️ Baca Juga: Prabowo Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional, DPR: Sudah Berstatus Internasional




