happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Fakta Menarik Sidang DPRD Bekasi: Dua Saksi Ungkap Pengakuan Tak Terduga

Fakta baru muncul dalam sidang kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, NY. Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Cikarang, dua saksi memberikan keterangan yang mengejutkan, menyatakan bahwa NY tidak terlibat dalam pemukulan terhadap korban bernama Fendy yang berusia 41 tahun.

Keterangan tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan yang berlangsung pada hari Senin, 28 September 2026. Dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan adalah Melinda Nabila, yang dikenal sebagai Amel, seorang mantan pramusaji di Restoran SKC, dan Rizki Pamelia, yang akrab disapa Lea, seorang pengunjung restoran.

Saksi Lea mengungkapkan bahwa ia berada cukup dekat dengan NY saat keributan terjadi. Ia menjelaskan bahwa dirinya justru berusaha menahan NY agar tidak terprovokasi oleh suasana yang memanas di restoran.

“Saya dapat memastikan bahwa terdakwa satu tidak melakukan pemukulan karena saya adalah orang yang menahannya,” ungkapnya di hadapan majelis hakim.

Lea menjelaskan bahwa ia menyaksikan serangkaian kejadian sejak pertama kali datang ke restoran bersama teman-temannya. Ketika keributan pecah, ia berada satu meja dengan NY dan melihat situasi menjadi semakin tegang.

Menurut penjelasan Lea, ketegangan di restoran mulai meningkat ketika Fendy menggebrak meja dengan keras. Tindakan tersebut membuat suasana menjadi tegang, dan beberapa pengunjung lainnya ikut terprovokasi oleh emosi yang meningkat.

Beberapa pengunjung dari meja lain sempat memberikan peringatan kepada Fendy agar tidak menciptakan keributan lebih lanjut. Dalam situasi tersebut, NY juga terlihat meminta agar korban tidak membuat onar di restoran.

“Beberapa pengunjung sempat mengingatkan, dan Pak Nyumarno juga mengatakan untuk tidak membuat keributan di sini. Namun, Fendy tidak menghiraukan peringatan itu, jadi saya merasa perlu untuk menahan Nyumarno agar tidak terpancing oleh ucapan Fendy,” jelasnya.

Tak lama setelah itu, keributan terjadi di dalam restoran. Lea mengaku tidak tahu siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut, karena saat kejadian ia berada dengan posisi membelakangi lokasi keributan.

“Saya tidak mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan. Saat itu, restoran sangat ramai dan saya posisinya membelakangi keributan. Fokus saya hanya untuk menahan Pak Nyumarno agar tidak mendekati lokasi keributan. Setelahnya, saya juga mengantar dia keluar dari restoran,” tuturnya.

Lea kemudian kembali masuk ke restoran setelah mengantar NY keluar. Di dalam, ia mendapati Fendy sudah terjatuh dan segera meminta bantuan dari petugas keamanan.

“Setelah mengantar Pak Nyumarno ke luar dan bertemu sopirnya, saya kembali ke dalam dan melihat korban sudah terjatuh. Kemudian, saya memanggil sekuriti untuk membantu, dan saya juga melihat ada luka di pelipis mata korban,” ujarnya.

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengamankan Aset Cryptocurrency dari Ancaman Keamanan Digital Saat Ini

➡️ Baca Juga: Perbedaan Risiko antara Mod Roblox dan Versi Resmi yang Harus Diketahui Sebelum Bermain

Related Articles

Back to top button