Waktu Pelaksanaan Perundingan AS-Iran Hari Ini Ditunda, Apa Dampaknya?

Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan untuk melangsungkan perundingan guna mencapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, hingga saat ini, waktu pasti pelaksanaan perundingan tersebut masih belum dapat dipastikan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Lembaga Penyiaran Iran (IRIB) melaporkan bahwa waktu pelaksanaan perundingan antara kedua negara tersebut akan ditentukan setelah kejelasan mengenai prasyarat yang diajukan.
Seorang reporter dari IRIB pada Sabtu pagi menginformasikan bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Ia juga menambahkan bahwa pengumuman resmi terkait jadwal negosiasi dengan Amerika Serikat akan dilakukan dalam waktu dekat.
Sementara itu, delegasi tinggi Iran telah tiba di Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat. Kehadiran mereka berlangsung di tengah peringatan dari Teheran bahwa proses negosiasi mungkin mengalami kegagalan jika syarat-syarat yang diajukan tidak dipenuhi.
Dipimpin oleh Qalibaf, delegasi ini mencakup berbagai komite yang berfokus pada keamanan, politik, militer, ekonomi, dan hukum. Mereka tiba di ibu kota Pakistan pada hari Jumat. Dalam rombongan tersebut terdapat beberapa pejabat senior Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Tertinggi Ali-Akbar Ahmadian, Gubernur Bank Sentral Abdolnasser Hemmati, serta sejumlah anggota parlemen.
Dari pihak Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance, utusan kawasan Steve Witkoff, dan penasihat yang juga menantu mantan Presiden Donald Trump, Jared Kushner, juga telah tiba di Islamabad.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata pada hari Selasa setelah terjadinya 40 hari konflik yang dimulai ketika AS bergabung dengan Israel dalam serangan terbaru terhadap Iran.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan setidaknya 99 gelombang serangan balasan yang dinyatakan berhasil, menargetkan fasilitas penting dan strategis milik Amerika Serikat dan Israel di berbagai lokasi.
➡️ Baca Juga: Olahraga Desember dengan Intensitas Ringan untuk Menjaga Kesehatan Sendi Secara Harian
➡️ Baca Juga: Prabowo Ajak Warga Rayakan Idul Fitri dengan Meriah di Bazar Rakyat Monas




