IHSG Terpuruk 1,72 Persen akibat Lonjakan Ketegangan Geopolitik Global

IHSG dibuka dengan penurunan signifikan sebesar 142 poin atau 1,73 persen, berada di level 8.092 pada sesi perdagangan yang dimulai pada Senin, 2 Maret 2026.
Imam Gunadi, seorang analis ekuitas di PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), menilai bahwa IHSG dalam beberapa hari ke depan akan mengalami pergerakan yang tidak stabil.
“Dampak dari meningkatnya ketegangan geopolitik global serta faktor-faktor fiskal domestik menjadi penyebab utama,” ungkap Imam dalam riset hariannya pada tanggal yang sama.
Ia menambahkan, jika ketegangan yang ada berlanjut dan menyebabkan lonjakan harga energi yang tajam dan berkepanjangan, hal ini bisa meningkatkan risiko inflasi di tingkat global serta memberikan tekanan lebih pada nilai tukar Rupiah.
Lonjakan harga minyak yang signifikan dapat memperburuk kondisi neraca transaksi berjalan Indonesia, akibat meningkatnya nilai impor bahan bakar, sekaligus meningkatkan volatilitas nilai Tukar Rupiah.
“Dalam situasi seperti ini, IHSG berpotensi mengalami gerakan yang fluktuatif dengan kecenderungan untuk konsolidasi, di mana level support berada di 8.031 dan resistance di 8.437,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, IPOT merekomendasikan untuk melakukan pembelian saham pada breakout untuk beberapa emiten seperti ENRG, ARCI, HMSP, dan XIJI.
➡️ Baca Juga: Kegiatan Lingkungan di Komunitas, Menjaga Kebersihan
➡️ Baca Juga: Son Seok-koo Umumkan Segera Hiatus Akting