Warga Israel Hadapi Kelaparan Parah, Jurnalis Desak Bantuan Internasional Segera Dikirim

Jurnalis asal Israel, Yair Pinto, baru-baru ini menjadi sorotan di media sosial setelah ia mengeluarkan seruan mendesak untuk bantuan makanan bagi warga Israel yang terpaksa mengungsi ke tempat perlindungan. Panggilan ini menggugah perhatian banyak orang, terutama di tengah situasi yang semakin memburuk di negara tersebut.
Sejak hampir dua minggu terakhir, ketegangan antara Israel dan Iran semakin meningkat, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan. Setelah serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran ke wilayah Israel, sirene peringatan berbunyi di seluruh penjuru negara tersebut. Banyak warga Israel yang panik dan segera meninggalkan rumah mereka, mencari perlindungan di tempat-tempat aman seperti shelter bawah tanah.
Dalam sebuah video yang diunggah Pinto, ia meminta perhatian dari komunitas internasional terhadap kondisi yang dialami oleh warga Israel saat ini.
“Sirene berbunyi. Keluarga-keluarga bergegas ke tempat perlindungan. Namun di balik itu, krisis lain sedang terjadi yakni dapur kosong di seluruh Israel. Bantu para korban tersembunyi dari perang ini,” ungkapnya dalam video tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh sumber berita pada 12 Maret 2026.
Namun, seruan tersebut tidak diterima dengan baik oleh banyak pengguna media sosial. Kritikan pun mengalir dari netizen di berbagai belahan dunia, yang mengingatkan bahwa penderitaan yang dialami oleh rakyat Israel saat ini merupakan dampak dari tindakan yang dilakukan oleh pihak zionis terhadap warga Gaza di Palestina.
“Mereka merasakan apa yang dahulu mereka lakukan di Gaza,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Serangan antara kedua negara terus berlanjut tanpa henti.
Setelah serangan yang diprakarsai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang berujung pada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke berbagai lokasi di Israel, terutama di Tel Aviv. Setelah serangan tersebut, sirene alarm kembali berbunyi di seluruh negeri, memaksa banyak warga untuk mencari perlindungan demi keselamatan mereka.
Korban akibat serangan Iran terus bertambah.
Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Israel, sebanyak 13 orang warga Israel telah tewas dan 1.929 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan oleh Iran sejak awal konflik.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, kementerian tersebut melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 157 orang mengalami luka-luka, di mana 112 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk sembilan orang yang dalam kondisi kritis. Kementerian kesehatan juga menyampaikan bahwa beberapa korban mengalami cedera saat berlari menuju tempat perlindungan ketika sirene peringatan rudal berbunyi.
➡️ Baca Juga: WhatsApp Meluncurkan Fitur Baru yang Mungkin Kurang Disukai Pengguna
➡️ Baca Juga: Enkripsi Data dan Pengamanan Jaringan Rumah Jadi Perhatian Utama




