Pemuda Kristen Bagikan 2 Ribu Takjil untuk Wujudkan Bekasi sebagai Kota Toleran

Sejumlah komunitas pemuda Kristen melakukan aksi sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi pada Senin sore, 16 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat, terutama saat bulan suci Ramadan.
Acara yang mengusung tema “Bagi-Bagi 2.000 Takjil Gratis” ini melibatkan berbagai organisasi, termasuk SMG Movement, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Kerinduanku, Tim Kabar Baik untuk Kota Bekasi, serta Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI). Selain itu, Organisasi Gempar Indonesia (Generasi Muda Pembaharu Indonesia) juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pembagian takjil dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, dan menyasar pengguna jalan yang melintas di area perkantoran Pemkot Bekasi. Hal ini mencakup pengemudi ojek daring, pejalan kaki, serta warga sekitar yang tengah menjalankan ibadah puasa, seperti yang dijelaskan oleh Pendeta Gideon.
Gideon menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.000 paket makanan telah dibagikan kepada masyarakat. Ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung semangat berbagi di bulan penuh berkah ini.
Setiap paket takjil yang dibagikan terdiri dari nasi kotak, nasi ayam, nasi kuning, roti, serta berbagai makanan ringan. Berbagai pilihan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan berbuka puasa para penerima.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, juga hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan berbagi yang dilakukan selama bulan Ramadan ini merupakan wujud kepedulian sosial yang sangat penting di masyarakat.
Menurutnya, acara yang melibatkan berbagai komunitas ini dapat memperkuat rasa kebersamaan di Kota Bekasi, terutama pada saat Ramadan dan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 Kota Bekasi. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas organisasi dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju deklarasi Kota Bekasi sebagai Kota Toleran Nomor 1, yang direncanakan pada 9 Mei 2026,” ujar Abdul Harris Bobihoe. Ini menggambarkan komitmen untuk menjadikan Kota Bekasi sebagai contoh kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.
Sekretaris Jenderal Gempar Indonesia, Petrus Sihombing, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi generasi muda dalam aksi sosial. Ia menekankan bahwa peran anak muda sangat dibutuhkan untuk membangun kepedulian sosial dan menciptakan kerja sama di dalam masyarakat.
Petrus berharap upaya ini dapat mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia percaya bahwa kontribusi dari Kota Bekasi akan menjadi pondasi bagi kemajuan bangsa.
“Dengan adanya inisiatif ini, kami bisa mendukung suksesnya Indonesia Emas 2045, karena pembangunan harus dimulai dari daerah, dalam hal ini Kota Bekasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menciptakan rasa kepedulian sosial serta kerja sama antar komunitas di Kota Bekasi. Ini diharapkan dapat melahirkan suasana sosial yang lebih harmonis dan suportif.
Petrus juga menyatakan bahwa kolaborasi antara berbagai komunitas lintas organisasi, seperti SMG Movement, Gempar, Gereja Kerinduanku, dan Tim Kabar Baik Bekasi bersama pelaku usaha lokal, adalah contoh nyata dari sinergi masyarakat Kota Bekasi. Ini menciptakan iklim sosial yang positif dan mendukung satu sama lain.
➡️ Baca Juga: Granat Peninggalan Penjajahan Ditemukan di Lapangan Voli Tobratan Bantul
➡️ Baca Juga: Waspada Penipuan Phishing! 5 Ciri-Ciri Situs Web Palsu yang Sering Muncul di Browser Android



