Jakarta – Keluarga Soekarno berduka atas kepergian Guruh Soekarnoputra, putra bungsu dari Presiden pertama Republik Indonesia, yang meninggal dunia pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.15 WIB.
Guruh menghembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun setelah menjalani perawatan di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Kehilangan Guruh Soekarnoputra tidak hanya menyisakan rasa duka bagi keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan perjalanan hidupnya, termasuk kisah cinta yang pernah mengisi hari-harinya.
Sepanjang hidupnya, Guruh hanya pernah menikah satu kali. Adik dari Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, ini menikahi seorang wanita asal Uzbekistan, Guseynova Sabina, pada tahun 2002.
Pernikahan ini menjadi bagian dari perjalanan pribadi Guruh yang jarang terangkat ke permukaan, dibandingkan dengan kontribusinya di dunia seni dan budaya. Lalu, bagaimana sebenarnya kisah cinta Guruh?
Berdasarkan berbagai sumber, Guruh pertama kali bertemu dengan Sabina pada bulan April 2002 di Pyongyang, Korea Utara. Keduanya hadir dalam festival seni yang disebut The April Spring Friendship Art Festival.
Dalam festival tersebut, Guruh memimpin delegasi seni Indonesia melalui GSP Production, sementara Sabina tampil sebagai penari mewakili Uzbekistan.
Setelah festival berakhir, Guruh mengundang Sabina untuk datang ke Indonesia dalam rangka acara Jakarta Fair. Momen ini juga digunakan Guruh untuk memperkenalkan Sabina kepada keluarganya, termasuk kepada Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai presiden saat itu.
Di tahun yang sama, tepatnya tanggal 19 September 2002, Guruh terbang ke Uzbekistan untuk melamar Sabina. Mereka pun melaksanakan pernikahan sehari setelah proses lamaran tersebut.
Pada tanggal 20 September, keduanya menikah secara Islam di Tashkent, Uzbekistan. Pernikahan ini menarik perhatian publik karena perbedaan usia di antara mereka yang cukup mencolok, yaitu 27 tahun. Guruh berusia 47 tahun sementara Sabina baru berusia 22 tahun.
Sebulan setelahnya, Guruh dan Sabina merayakan resepsi pernikahan di Jakarta selama dua hari, tepatnya pada tanggal 19-20 Oktober 2002. Resepsi tersebut diadakan dengan adat Jawa dan dihadiri oleh sekitar 2.500 tamu undangan.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa Guruh Soekarnoputra, adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, akan dimakamkan di samping ibunya, Fatmawati. Jenazah Guruh direncanakan akan dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.
➡️ Baca Juga: Suporter Persib Dukung Shin Tae-yong Setelah Diteriaki ‘Pendatang’ oleh Dirtek Java United
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Beasiswa Mahasiswa Akuntansi Indonesia
