Kementerian Transmigrasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mempersiapkan enam kepala keluarga (KK) untuk berpartisipasi dalam program transmigrasi. Para calon transmigran ini direncanakan akan berangkat setelah menjalani pelatihan intensif, dengan target penempatan yang dijadwalkan pada November 2026.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa para calon transmigran dilatih dengan keterampilan yang relevan dengan potensi wilayah tujuan mereka. Mereka akan mendapatkan pelatihan tentang pengelolaan lahan agar dapat menciptakan sumber pendapatan bagi keluarga setelah menetap di kawasan transmigrasi.
“Pelatihan yang telah diberikan merupakan bagian dari perubahan paradigma transmigrasi yang kini lebih berfokus pada transformasi. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang bersifat top-down dan terpusat, saat ini pendekatan lebih mengedepankan desentralisasi dan peningkatan kesejahteraan,” ungkap Viva Yoga saat memberikan keterangan di Yogyakarta.
Menurutnya, program transmigrasi pada masa kini tidak hanya sekadar memindahkan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat yang terlibat dalam program ini memiliki keterampilan yang memadai untuk mengembangkan potensi ekonomi di lokasi penempatan.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Sigit Mustofa, menjelaskan bahwa enam KK dari DIY akan mengikuti dua skema berbeda, yakni tiga KK akan berpartisipasi dalam program transmigrasi reguler dan tiga KK lainnya dalam program transmigrasi pengganti.
Keberangkatan para calon transmigran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan penempatan transmigran. Sebelum diberangkatkan, calon transmigran telah menjalani seleksi yang ketat untuk memastikan kesiapan dan kesediaan mereka untuk ditempatkan di wilayah yang telah ditentukan.
Sigit menambahkan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai minat dan keinginan calon transmigran. Pemerintah juga mempertimbangkan kesiapan mental, keterampilan, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di lokasi penempatan.
Berbagai bekal yang diberikan kepada calon transmigran sangat penting agar mereka tidak mudah putus asa saat menghadapi tantangan baru di lingkungan yang berbeda.
Pemerintah berharap bahwa setelah penempatan, para transmigran mampu mengelola lahan yang ada, mengembangkan usaha produktif, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Viva Yoga menambahkan bahwa calon transmigran dari Yogyakarta telah menerima pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi wilayah tempat mereka akan tinggal.
➡️ Baca Juga: Ramalan Feng Shui Hari Ini: Waktu Optimal untuk Meningkatkan Rezeki dan Kesuksesan
➡️ Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Bisa Dikuasai Melalui Cuitan atau Perintah Trump
