Perseteruan antara Lesti Kejora dan Izara Aishah kini memasuki fase anyar. Menantu dari penyanyi legendaris Malaysia, Siti Nurhaliza, itu akhirnya melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada Lesti. Permintaan maaf ini muncul setelah kritik yang dilontarkannya terhadap rombongan Lesti memicu polemik di ranah media sosial.
Izara tidak hanya meminta maaf, tetapi juga menghapus unggahan awal yang berisi keluhannya. Ia mengakui bahwa keputusan tersebut diambil setelah pernyataannya menimbulkan kesalahpahaman yang melibatkan pihak-pihak yang tidak terkait dengan isu tersebut.
Sebelumnya, Izara menjadi pusat perhatian publik setelah mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap rombongan Lesti di ruang VIP saat konser Siti Nurhaliza di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia merasa bahwa beberapa individu di sana bersikap tidak ramah dan ketus.
Tindakan tersebut kemudian mendapatkan reaksi dari Lesti Kejora dan suaminya, Rizky Billar. Keduanya memberikan klarifikasi mengenai insiden itu, termasuk potensi adanya kesalahpahaman serta tindakan pengawal di lokasi kejadian.
Seiring dengan semakin meluasnya polemik ini, Izara akhirnya memutuskan untuk mundur. Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, ia menjelaskan alasan di balik penghapusan pernyataan awalnya, sekaligus mengakui kesalahannya dalam menyampaikan kritik secara terbuka.
Izara mengungkapkan bahwa unggahan awalnya mengenai rombongan Lesti telah menimbulkan beragam penafsiran yang tidak sesuai dengan maksudnya. Ia juga menggarisbawahi keterlibatan pihak-pihak lain yang seharusnya tidak terlibat dalam masalah ini.
“Mengapa saya menghapus pernyataan pribadi saya tentang tim Lesti? Karena sudah terlalu banyak yang salah paham dan juga terseret pihak-pihak yang tidak berkaitan,” ujarnya, sebagaimana dikutip pada Rabu (21/10/2026).
Lebih jauh, Izara mengakui bahwa ia terlalu fokus menegur perilaku orang lain hingga melupakan etika saat menyampaikan pendapat di media sosial.
Ia menyadari bahwa adab tidak hanya berlaku ketika berinteraksi langsung dengan orang lain, tetapi juga saat berkomunikasi melalui platform digital.
“Tegur adab orang tetapi lupa adab sendiri apabila menaip di media sosial. Terus terlupa juga adab itu bukan sahaja dari perbuatan bila berdepan dengan seseorang tetapi juga adab di social media,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengelola Uang untuk Menciptakan Keuangan yang Lebih Teratur
➡️ Baca Juga: Media Global Soroti Keberhasilan Mengesankan Timnas Indonesia dalam Kompetisi Internasional
