Atlet teqball putri Indonesia, Sumaya, berhasil membuat sejarah dengan melangkah ke final nomor tunggal putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tiket ke partai final ini diraih setelah mengalahkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, dalam pertarungan yang berlangsung selama tiga gim yang menegangkan.
Bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, pada Sabtu, 19 September 2026, Sumaya mengalami kekalahan di gim pertama dengan skor 7-12. Namun, semangat juangnya tidak padam; atlet berusia 21 tahun ini bangkit dan berhasil merebut dua gim berikutnya dengan skor 12-9 dan 12-7, menunjukkan ketangguhan dan kemampuannya dalam menghadapi tekanan.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan medali perak bagi Indonesia, tetapi juga menjadi medali pertama yang diraih oleh Merah Putih dalam cabang olahraga teqball sepanjang sejarah partisipasinya di Asian Games. Prestasi ini tentunya sangat membanggakan, mengingat teqball masih merupakan cabang olahraga yang relatif baru di Indonesia.
Pencapaian Sumaya semakin menarik untuk dicermati karena ia baru beralih ke teqball sekitar dua tahun lalu. Sebelumnya, ia merupakan atlet sepak takraw sebelum memutuskan untuk menekuni olahraga yang menggabungkan elemen sepak bola dan tenis meja ini. Peralihan ini menunjukkan keberanian dan dedikasinya untuk meraih prestasi di bidang yang baru.
Dalam menjalani peralihan tersebut, Sumaya menjalani latihan yang sangat intensif. Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh waktunya kini didedikasikan untuk meningkatkan kemampuannya di lapangan teqball, mencerminkan tekadnya yang kuat untuk berprestasi.
“Latihan saya setiap hari, pagi, siang, dan sore,” ungkap Sumaya mengenai intensitas latihannya, yang menunjukkan betapa seriusnya ia dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi ini.
Kerja keras yang dilakukan Sumaya akhirnya membuahkan hasil di Asian Games Aichi-Nagoya. Meskipun jalannya menuju final tidaklah mudah, ia berhasil melewati babak repechage setelah hanya menempati posisi kedua di Grup B, menunjukkan bahwa perjalanan menuju sukses sering kali penuh dengan tantangan.
Di fase grup, Sumaya memulai pertandingannya dengan kemenangan atas wakil Lebanon, Dandal Kamar, dengan skor 12-9 dan 12-11. Namun, ia mengalami kekalahan dari atlet Myanmar, Wai Khin Hnin, dalam dua gim dengan skor 10-12 dan 8-12. Kombinasi hasil ini membuatnya harus berjuang lebih keras di pertandingan berikutnya.
Setelah kalah, Sumaya bangkit dan sukses mengalahkan wakil Kirgizstan, Aidana Otorbaeva, dalam pertarungan yang berlangsung sengit. Ia menang melalui tiga gim dengan skor 6-12, 12-6, dan 12-6, yang mengantarkannya menjadi runner-up Grup B dan melanjutkan langkahnya ke babak selanjutnya.
Di babak repechage, Sumaya berhadapan dengan wakil Kamboja, DY Koemyean. Dalam pertandingan ini, ia menunjukkan performa yang meyakinkan dan berhasil meraih kemenangan dalam dua gim langsung dengan skor 12-8 dan 12-7, yang memastikan tempatnya di semifinal.
Tantangan yang lebih berat menanti Sumaya di semifinal. Dsouza, lawan yang dihadapi, langsung memberikan tekanan sejak awal dengan unggul 5-1. Sumaya mengalami kesulitan untuk menyusul dan akhirnya harus menyerahkan gim pertama dengan skor 7-12, yang menuntutnya untuk lebih fokus dan tenang di gim berikutnya.
Situasi pada gim kedua berubah ketika Sumaya berhasil bermain lebih tenang dan sempat memimpin 2-0. Dsouza kemudian menyamakan kedudukan, dan persaingan berlangsung ketat hingga skor mencapai 9-9. Ketegangan di lapangan semakin meningkat, menciptakan atmosfer pertandingan yang sangat seru dan kompetitif.
Perjalanan Sumaya menuju final teqball Asian Games 2026 adalah contoh nyata dari ketekunan dan dedikasi seorang atlet. Melalui latihan yang intensif dan semangat juang yang tinggi, ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, pencapaian yang luar biasa dapat diraih, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.
Dengan langkahnya ke final, Sumaya tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mengejar cita-cita mereka di dunia olahraga. Prestasinya di Asian Games ini diharapkan menjadi awal dari banyak kesuksesan lainnya bagi teqball di Indonesia, serta memberikan motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi.
➡️ Baca Juga: BGN Luncurkan Kanal Khusus untuk Guru, Kirim Keluhan Menu MBG Melalui Email
➡️ Baca Juga: Pulihkan Selat Hormuz, Trump Ungkap Potensi Keuntungan Besar bagi Iran
