Pengendara Usia 16–25 Tahun Rentan Kecelakaan, Tindakan Preventif Diperlukan di Jalan

Tingginya jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Kediri selama triwulan pertama tahun 2026 menjadi perhatian serius. Data dari Satlantas Polres Kediri Kota menunjukkan bahwa sejak Januari hingga pertengahan Maret, terjadi 103 kecelakaan yang tercatat.

Dari insiden tersebut, sepuluh orang kehilangan nyawa, sementara 177 lainnya mengalami luka ringan. Kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kecelakaan ini mencapai angka Rp 259,8 juta.

Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, menyatakan bahwa tingginya angka kecelakaan tersebut sangat dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.

“Jika kita melihat data yang ada, pengendara yang terlibat kecelakaan umumnya berada dalam rentang usia 16 hingga 25 tahun. Mereka sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa,” ungkap Yudho.

Menurutnya, kelompok usia ini cenderung lebih rentan karena kurangnya pengalaman berkendara dan sering kali mengabaikan aspek keselamatan. Dalam konteks keselamatan berkendara, faktor manusia merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan, di samping kondisi kendaraan dan kualitas infrastruktur jalan.

Selain faktor individu, kondisi eksternal juga berperan penting dalam meningkatkan risiko kecelakaan. Cuaca buruk, jalan yang berlubang, serta kurangnya penerangan di beberapa jalur jalan dapat memperburuk situasi, terutama saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi visibilitas yang rendah.

Yudho menambahkan bahwa pihak kepolisian secara berkala melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sejak usia dini. Edukasi ini mencakup kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta etika berkendara yang baik di jalan raya.

“Upaya preventif kami terus lakukan, terutama kepada pelajar, agar mereka menyadari pentingnya konsep safety riding,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, beberapa lokasi yang rawan kecelakaan juga menjadi perhatian utama. Salah satu contohnya adalah Jalan Kapten Tendean di Kecamatan Pesantren, yang saat ini telah masuk dalam kategori black spot. Sebelumnya, Jalan Kediri–Nganjuk juga dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan, meskipun kondisinya kini telah menunjukkan perbaikan.

Menjelang periode mudik Lebaran tahun 2026, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pengendara juga disarankan untuk menjaga kesehatan fisik agar tetap fit selama perjalanan.

“Pastikan kendaraan Anda layak digunakan dan tubuh dalam keadaan sehat. Jangan memaksakan diri ketika merasa lelah,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Lille Resmi Melepas Calvin Verdonk untuk Memperkuat Tim di Musim Depan

➡️ Baca Juga: Hari Perempuan Internasional: Mengangkat Suara Perempuan di Seluruh Dunia

Exit mobile version