Pelatih tim nasional Vietnam, Kim Sang-sik, mengungkapkan rasa senangnya setelah timnya berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Malaysia dalam leg pertama semifinal Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Kuala Lumpur pada Minggu, 16 Agustus 2026. Meskipun begitu, ia juga menyatakan bahwa ia belum sepenuhnya puas dengan performa tim, karena Vietnam dinilai belum mampu mengoptimalkan gaya permainan yang telah direncanakan.
Kemenangan Vietnam ditentukan oleh gol yang dicetak oleh Nguyen Xuan Son pada menit ke-45+5, serta gol bunuh diri Faris Danish yang terjadi di menit ke-86. Hasil ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Vietnam menjelang leg kedua semifinal yang akan diadakan di kandang mereka sendiri.
Kim Sang-sik mengakui bahwa meraih kemenangan di markas Malaysia bukanlah hal yang mudah. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain yang telah berjuang keras untuk membawa pulang hasil positif meskipun harus menghadapi tantangan berat dalam pertandingan tandang tersebut.
“Pertandingan ini merupakan laga tandang yang sangat sulit bagi tim Vietnam, namun saya merasa sangat puas karena kami berhasil menang 2-0. Ini merupakan hasil dari dedikasi dan usaha maksimal para pemain,” ungkap Kim Sang-sik.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga menekankan pentingnya dukungan yang diterima dari para suporter Vietnam yang hadir di stadion. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan oleh para penggemar turut berkontribusi terhadap performa tim di lapangan.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh tim. Kehadiran banyak penggemar di stadion untuk memberikan dukungan kepada kami sangat berarti, dan saya berterima kasih kepada mereka semua,” sambungnya.
Walau berhasil meraih kemenangan dengan margin dua gol, Kim Sang-sik memiliki beberapa catatan penting. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan teknologi VAR yang menurutnya beberapa kali membuat alur pertandingan terhenti lebih lama dari yang seharusnya.
“Saya tidak memiliki keluhan besar terkait keputusan wasit, tetapi mereka sering kali mengganggu jalannya pertandingan dengan keputusan yang memakan waktu, terutama saat melakukan pengecekan VAR,” imbuh Kim.
Dalam laga tersebut, wasit memang beberapa kali melakukan pemeriksaan VAR. Salah satu keputusan yang menjadi perhatian adalah pembatalan kartu merah untuk kiper Vietnam, Patrick, pada menit ke-61.
Selain itu, Kim Sang-sik juga menyoroti kesulitan yang dihadapi timnya dalam menerapkan taktik yang telah disiapkan sebelum pertandingan. Menurutnya, meskipun meraih kemenangan 2-0, hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan performa Vietnam selama pertandingan berlangsung.
“Meskipun kami berhasil menang dengan skor 2-0, secara keseluruhan, kami mengalami banyak kesulitan dalam mengimplementasikan taktik yang telah direncanakan,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Prabowo Hadiri Pertukaran 10 MoU RI-Korsel di Sektor Mineral Kritis dan AI
➡️ Baca Juga: Penundaan Penerbangan Starship Flight 13 dan Dampaknya pada Bisnis Antariksa SpaceX
