Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait pernyataan yang muncul dalam persidangan mengenai permintaan uang sebesar 3.000 riyal per individu kepada 24 anggota Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI dari terdakwa kasus dugaan korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz, yang akrab disapa Gus Alex.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa setiap keterangan yang diberikan oleh saksi dan ahli akan diperiksa secara seksama oleh tim Jaksa Penuntut Umum. Hal ini diungkapkan kepada para wartawan di Jakarta pada hari Jumat.
Budi menekankan bahwa semua fakta yang terungkap dalam persidangan sangat krusial untuk membangun gambaran menyeluruh mengenai kasus ini. Informasi tersebut akan membantu dalam memahami peran para terdakwa dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.
“Dengan mengungkap semua fakta persidangan, kita bisa menjelaskan lebih baik bagaimana masing-masing terdakwa berkontribusi dalam konteks perkara ini, serta bagaimana tindakan mereka yang melanggar hukum telah mengakibatkan kerugian bagi keuangan negara,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa informasi dari persidangan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi peran individu di luar empat terdakwa yang sudah ditetapkan oleh KPK dalam kasus kuota haji ini.
KPK memulai penyelidikan terkait dugaan korupsi kuota haji Indonesia untuk tahun 2023-2024 pada 9 Agustus 2025.
Hingga 30 Maret 2026, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham, dan mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia, Asrul Aziz Taba.
Keempat tersangka tersebut mulai menjalani proses persidangan sebagai terdakwa pada 11 Agustus 2026. Mereka dihadapkan pada dakwaan yang menyatakan bahwa tindakan mereka telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp622,09 miliar.
Dalam persidangan yang berlangsung pada dini hari tanggal 4 September, Gus Alex mengungkapkan bahwa ia diminta untuk menyiapkan uang sebesar 3.000 riyal per orang untuk 24 anggota Panja Komisi VIII DPR RI.
Namun, Gus Alex menyatakan bahwa ia hanya mampu menyediakan 1.500 riyal per orang untuk para legislator tersebut dan mengonfirmasi bahwa uang itu telah diserahkan secara langsung kepada mereka.
Ia juga menjelaskan bahwa uang yang diserahkan tersebut diduga digunakan sebagai oleh-oleh bagi para anggota legislatif saat mereka melakukan perjalanan dinas ke Arab Saudi.
Selain itu, Gus Alex mengungkapkan bahwa ia sempat bertemu dengan tiga pimpinan Komisi VIII DPR RI untuk periode 2019-2024, di mana dalam pertemuan tersebut ia diminta untuk mengumpulkan dana dari penyedia layanan katering.
➡️ Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani Hadiri Sidang Tahunan MPR Setelah Prabowo, Tidak Foto Bersama
➡️ Baca Juga: Cara iPhone Mengatur Widget Cuaca Agar Informasi Harian Bisa Didapat Cepat
