Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa sejumlah negara akan mengirim kapal perang untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka. Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi yang mengkhawatirkan, di mana jalur perairan yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair itu masih terancam pada hari ke-15 konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dalam cuitannya yang diunggah di platform media sosial Truth miliknya, Trump mengungkapkan bahwa negara-negara yang terdampak oleh tindakan Iran untuk menutup Selat Hormuz akan berkolaborasi dengan Amerika Serikat dalam menjaga keamanan jalur strategis ini.
Trump juga menyebutkan beberapa negara yang diharapkan turut berpartisipasi dalam upaya ini, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris. Ia menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan yang ada.
Di sisi lain, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah sepenuhnya menghancurkan kemampuan militer Iran. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Teheran masih memiliki kemampuan untuk mengoperasikan satu atau dua drone serta meluncurkan ranjau atau rudal jarak pendek di area seputar jalur pelayaran tersebut.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan melakukan serangan besar-besaran di wilayah pesisir Iran dan berkomitmen untuk terus menyerang kapal-kapal dan perahu milik Iran hingga tidak tersisa. Tujuannya adalah untuk memastikan Selat Hormuz kembali aman dan dapat dilalui dengan bebas oleh kapal-kapal pengangkut.
Dalam pernyataan lebih lanjut di Truth Social, Trump menyatakan bahwa negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan jalur tersebut, dan Amerika Serikat akan memberikan dukungan yang signifikan.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan bekerja sama dengan negara-negara tersebut agar semua proses dapat berlangsung dengan cepat dan efisien, serta menggambarkannya sebagai upaya kolaboratif yang melibatkan banyak pihak.
Menanggapi pernyataan Trump, Kepala Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, menyatakan bahwa Selat Hormuz belum ditutup secara militer dan saat ini sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.
Tangsiri menegaskan bahwa klaim Amerika mengenai penghancuran angkatan laut Iran adalah salah besar. Ia juga menyoroti kesalahan klaim mengenai pengawalan kapal tanker minyak, dan mencatat bahwa Amerika Serikat kini bahkan meminta bantuan dari negara lain untuk mengatasi situasi ini.
➡️ Baca Juga: Kondisi Vidi Aldiano dan Alasan Hilangnya Nuansa Bening dari Spotify
➡️ Baca Juga: KONI Pusat Dukung Kemenpora dan FPTI Terkait Kasus Pelecehan Atlet
